Pages

Minggu, 05 Juni 2011

sistem saraf

1. Sistem Saraf

Sistem saraf itu disusun dari bagian yang paling kecil, yaitu sel saraf (neuron). Kalau Dilihat dari fungsinya, sel saraf itu dapat dibedakan atau dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Neuron sensoris yang fungsinya untuk meneruskan rangsang dari penerima (reseptor) ke saraf pusat (otak).
2. Neuron motoris yang berfungsi untuk meneruskan rangsang dari otak menuju ke otot dan kelenjar.
3. Neuron penghubung yang fungsinya itu menghubungkan sel saraf yang satu dengan sel saraf yang lainnya, dan ternyata neuron penghubung ini kalau kita bisa lihat banyak ditemukan pada otak dan sumsum tulang belakang.
4. Neuron ajustor berfungsi sebagai penghubung antara neuron sensorik dengan motorik di sumsum tulang belakang dan otak.
Berikut ini adalah bagian-bagian dari sel saraf.
1. Badan sel merupakan bagian yang terbesar dari suatu sel saraf, yang terdiri atas nukleus dan sitoplasma.
2. Dendrit itu seperti serabut sel saraf yang bercabang pendek, serta keluar dari sel.
Kalau Akson kayak serabut sel saraf yang panjang serta berfungsi dalam menghantarkan impuls dari badan sel ke sel saraf lain. Dan pada Umumnya akson itu dibungkus dari selubung yang dinamakan selubung Myelin, daerah akson yang tidak dibungkus dengan selubung Myelin yang disebut Nodus Ranvier.
Sistem Saraf Manusia
Pada manusia Sistem saraf itu terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat itu terdiri dari:
1. Otak
Bagian-bagian dari otak, yaitu:
a. kalu Otak besar {Cerebrum) ini merupakan pusat dari saraf utama yang tugasnya itu untuk mengkoordinasikan semua kegiatan yang disadari.
b. sementara kalu Otak tengah (Mesenchefalon) itu berfungsi sebagai pusat refleksi pupil pada mata dan sebagai pengatur keseimbangan tubuh.
c. sedangkan Otak kecil (Cerebellum) ini merupakan pusat dari suatu keseimbangan, koordinasi gerak,dengan penghalusan gerak.
d. dan kalau Sumsum lanjutan {Medulla oblongata)ini dapat menghubungkan otak kecil dengan sumsum tulang belakang.
Berikut ini selaput yang melapisi otak.
a. Dura matter: berupa selaput yang kuat dan menempel pada tengkorak.
b. Arakhnoid: bentuknya itu mirip lho kayak sarang laba-laba dan ini juga terdapat cairan
serebrospinalis. Fungsinya itu untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik seperti benturan.
c. Pia matter, lapisan ini lapisan yang paling dekat dengan permukaan dari otak dan mengandung banyak pembuluh.
2. Sumsum tulang belakang {Medula spinalis)
Sumsum tulang belakang memiliki fungsi yang utama sebagai berikut.
a. dapat Menghubungkan sistem saraf tepi ke otak atau sebagai penghantar impuls saraf dari otak dan menuju otak.
b. Sebagai pusat gerak refleks.
Sumsum tulang belakang ini terletak di dalam rongga ruas tulang belakang (dari ruas tulang leher sampai tulang ekor), terdiri atas lapisan dalam yang berwarna kelabu dan lapisan luaryang berwarna putih.
Sistem saraf tepi merupakan sistem saraf yang dapat menghubungkan semua bagian tubuh dengan pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang).Sistem saraf tepi, terdiri ini dari sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak sadar (otonom).
1. Sistem saraf sadar yang fungsinya itu untuk mengontrol kegiatan seluruh tubuh yang cara kerjanya diatur oleh otak.
2. Sistem saraf tak sadar berfungsi untuk mengontrol kegiatan tubuh yang cara kerjanya itu tidak dapat diatur otak. Saraf ini meliputi susunan saraf simpatik dan parasimpatik.Perbedaan saraf simpatik dan parasimpatik berdasarkan pada posisi ganglion.Ganglion pada saraf simpatik menempel di sepanjang sumsum tulang belakang, sedangkan ganglion saraf parasimpatik menempel pada organ yang dibantu kerjanya, seperti sekresi keringat, denyut jantung, dan gerak saluran pencernaan.Fungsi kerja saraf simpatik dan parasimpatik adalah berlawanan.
Mekanisme Gerak Manusia
Rangsangan (impuls) yang,mengenai tubuh diterima oleh organ reseptor yang kemudian diteruskan ke pusat saraf. Dari pusat saraf akan disampaikan tanggapan (respon) ke organ efektor dalam bentuk gerakan. Gerakan yang sudah dihasilkan dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Gerak biasa. Urutan jalannya impuls pada gerak biasa, yaitu: Rangsangan -> sel saraf sensorik -> otak-sel saraf motorik -> respon pada organ efektor
2. Gerak refleks terjadi secara otomatis terhadap rangsangan tanpa kontrol dari otak sehingga dapat berlangsung cepat.Gerak refleks itu terjadi tanpa kita sadari terlebih dahulu atau tanpa dipengaruhi kehendak. Contoh: mengangkat tangan ketika terkena api dan mengangkat kaki ketika tertusuk.
Urutan perambatan impuls pada gerak refleks, yaitu:
Stimulus pada organ reseptor -> sel saraf sensorik -> sel penghubung (asosiasi)
pada sumsum tulang belakang -> sel saraf motorik -> respon pada organ efektor.
Kelainan dan Penyakit Sistem Saraf Manusia
Sistem saraf manusia dapat mengalami gangguan kerja berupa penyakit atau kelainan lainnya. Contoh:
1. Meningitis
Meningitis merupakan peradangan selaput pembungkus otak yaitu meninges. Meningitis disebabkan oleh virus sehingga dapat menular.
2. Multiple sclerosis (MS = sklerosis ganda atau disseminated sclerosis) Multiple sclerosis merupakan penyakit saraf kronis yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan gangguan pada organ, seperti rasa sakit, masalah penglihatan, berbicara, depresi, gangguan koordinasi dan kelemahan pada otot sampai kelumpuhan.
3. Nyeri saraf
Nyeri saraf dapat terjadi karena adanya gangguan saraf sensorik maupun motorik. Gejala nyeri saraf sering disertai dengan gejala lain seperti kehilangan rasa. Urat saraf terjepit dan penyakit urat saraf gangguan metabolik (seperti diabetic neuropaty pada penderita penyakit kencing manis atau diabetes mellitus). Gangguan motorik karena nyeri saraf dari yang ringan (seperti kram) sampai gangguan berat (seperti kelumpuhan).
4. Hidrocephalus
Tanda hidrocephalus berupa pembengkakan kepala karena kelebihan cairan yang ada di sekitar otak.Akibatnya, dapat menyebabkan gangguan metabolisme dan gangguan organ tubuh.
5. Penyakit urat saraf terjepit
Penyakit saraf terjepit sering terjadi pada leher, pinggang, dan telapak tangan.
6. Parkinson dengan gejala tangan dan kaki gemetar.
7. Gegar otak terjadi karena otak mengalami kerusakan.
8. Imsomnia atau lupa ingatan sementara.

1. Kelenjar Hipofisis
• Terletak pada dasar otak besar.
• menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya.
• Oleh karena itu kelenjar hipofisis disebut master gland.
• Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior.
2. Tiroid (kelenjar gondok)
• Kelenjar ini terdapat di bawah jakun di depan trakea.
• Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroksin
• Hormon tiroksin berfungsi untuk mempengaruhi metabolisme sel tubuh dan pengaturan suhu tubuh.
3. Paratiroid
• Paratiroid menempel pada kelenjar tiroid.
• Kelenjar ini menghasilkan parathormon.
• Parathormon berfungsi mengatur kandungan fosfor dan kalsium dalam darah.
4. Kelenjar Timus
• Terletak di sepanjang rongga trachea di rongga dada bagian atas.
• Timus membesar sewaktu pubertas dan mengacil setelah dewasa.
• Kelenjar ini merupakan kelenjar penimbunan hormon somatotrof atau hormon pertumbuhan dan setelah dewasa tidak berfungsi lagi.
• Menghasilkan timosin yang berfungsi untuk merangsang limfosit.

5. Kelenjar Adrenal (anak ginjal)
• Kelenjar ini berbentuk bola, menempel pada bagian atas ginjal.
• Pada setiap ginjal terdapat satu kelenjar suprarenal dan dibagi atas dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula).
• Menghasilkan hormon Adrenalin.
6. Kelenjar Pankreas (Langerhans)
• Menghasilkan hormon insulin.
• Hormon insulin berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah.
• Kelebihan glukosa akan dibawa ke sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan.
• Kekurangan hormon ini akan menyebabkan penyakit diabetes.
7. Kelenjar Kelamin

a. Ovarium
Ovarium menghasilkan hormon :
• Estrogen; berfungsi menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita.
• Progesteron; berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi.

b.Testis
• Testis berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron.
• Testosteron berfungsi menimbulkan dan memelihara kelangsungan tanda-tanda kelamin sekunder. Misalnya suaranya membesar, mempunyai kumis, dan jakun.
1.Penyakit Addison
Terjadi karena sekresi yang berkurang dariglukokortikoid. Hal ini dapat terjadi misalnya karena kelenjar adrenal terkena infeksi atau oleh sebab autoimun.
Gejala – gejalanya berupa :
a.Berkurangnya volume dan tekanan darah karena turunnya kadar Na+ dan volume air dari cairan tubuh.
b.Hipoglikemia dan turunnya daya tahan tubuh terhadap stress, sehingga penderita mudah menjadi shock dan terjadi kematian hanya karena stress kecil saja misalnya flu atau kelaparan.
c.Lesu mental dan fisik.
2.Sindrom Cushing
Kumpulan gejala – gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis. Juga dapat disebabkan oleh pemerian obat – obatan kortikosteroid yang berlebihan.
Gejalanya berupa :
a.Otot – otot mengecil dan menjadi lemah karena katabolisme protein.
b.Osteoporosis
c.Luka yang sulit sembuh
d.Gangguan mental misalnya euphoria (terasa segan)
3.Sindrom Adrenogenital
Kelainan dimana terjadi kekurangan produksi glukokortikoid yang biasanya akibat kekurangan enzim pembentuk glukokotikoid pada kelenjar adrenal. Akibatnya kadar ACTH meningkat dan zona retikularis dirangsang untuk mensekresi androgen yang menyebabkan timbulnya tanda – tanda kelainan sekunder pria pada seorang wanita yang disebut virilisme yang timbulnya janggut dan distribusi rambut seperti pria, otot – otot tubuh seperti pria, perubahan suara, payudara mengecil, klitoris membesar seperti penis dan kadang – kadang kebotakan.
Pada pria di bawah umur timbul pubertas perkoks, yaitu timbulnya tanda – tanda kelamin sekunder di bawah umur.Pada pria dewasa gejala – gejala diatas tertutup oleh tanda – tanda kelamin sekunder normal yang disebabkan oleh testosterone. Tetapi bila timbul sekresi berlebihan dari estrogen dan progesterone timbul tanda – tanda kelamin sekunder wanita antara lain yaitu ginaekomastia (payudara membesar seperti pada wanita).
4.Peokromositoma
Tumor adrenal medulla yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan noradrenalin dengan akibat sebagai berikut :
a.Basa metabolisme meningkat
b.Glukosa darah meningkat
c.Jantung berdebar
d.Tekanan darah meninggi
e.Berkurangnya fungsi saluran pencernaan
f.Keringat pada telapak tangan

ALAT INDRA :
ALAT INDRA Sepanjang hidupnya ,manusia selalu berhubungan dengan dunia luar . Untuk keperluan ini , manusia di lengkapi dengan alat indra,yaitu suatu organ yang peka terhadap rangsang tertentu . Manusia memiliki lima indra ,yaitu : Mata ( indra penglihat), Hidung (indra pembau atau pencium), Telinga (indra pendengar), Lidah (indra pengecap) dan Kulit (indra peraba).

MATA :
MATA Mata merupakan organ yang peka terhadap rangsang cahaya,terletak di dalam rongga mata,dan di hubungkan oleh otot penambat mata pada tulang tengkorak.Mata di lindungi oleh alis mata,kelopak mata(atas,bawah),dan kelenjar air mata. Kelenjar air mata terletak di bagian dalam kelopak mata atas.Kelenjar air mata berfungsi menghasilkan air mata yang berguna untuk membasahi bola mata dan membersihkan benda asing misal nya,debu.

Slide 6:
Dinding bola mata terdiri atas tiga lapis , yaitu sklera(lapisan pertama), koroidea(lapisan kedua), dan retina (lapisan ketiga).

Slide 7:
Dibelakang pupil terdapat lensa mata berbentuk bikonveks yang di dukung oleh otot (muskulus siliaris) yang melekat pada dinding koroidea.Kontraksi muskulus siliaris menyebabkan perubahan kecembungan lensa. Diantara lensa dan kornea terdapat cairan yang encer yang di sebut aqueos humor . Bola mata berisi cairan kental dan transparan yang disebut vitreous humor .

Slide 8:
Retina juga di sebut selaput jala.Lapisan ini sangat lunak dan sangat kompleks.Retina mengandung reseptor yang peka terhaap rangsang cahaya(fotoreseptor),yaitu sel batang (basilus) dan sel kerucut (konus). Sel batang berfungsi pada keadaan cahaya suram dan tidak dapat membedakan warna .Bagian retina yang tidak memiliki sel batang dan sel kerucut di sebut bintik buta.Agar kita dapat melihat,cahaya harus jatuh tepat di bintik kuning.

Slide 9:
Kemampuan lensa mata untuk mencembung dan memipih di sebut dengan daya akomodasi mata.Mata yang dapat melihat benda dekat dan jauh di sebut dengan mata baik atau normal. Secara singkat ,urutan jalannya rangsang dapat dilihat pada skema berikut : Cahaya ? kornea ?aqueous humor? pupil? lensa mata ? vitreous humor? retina mata. Gmbr,Daya akomodasi mata

2. TELINGA :
2. TELINGA Telinga terdiri dari tiga bagian yaitu bagian luar,bagian tengah,dan bagian dalam . Bagian luar terdiri atas daun telinga,liang telinga dan membran timpani(gendang telinga).Gendang telinga memisah kan telinga bagian luar dan telinga bagian tengah.

Slide 11:
Bagian tengah terdiri dari tulang martil(malleus),tulang landasan(inkus),dan tulang sanggurdi(stapes).Ketiga tulang ini membentuk rangkaian tulang melintang dan bersatu dengan membran timpani.

Slide 12:
Telinga bagian tengah dengan rongga mulut di hubungkan oleh saluran Eustachius.Bagian dalam terdiri dari runah siput atau koklea dan tiga saluran gelung/saluran setengah lingkaran(kanalis semisirkularis).Runah siput berperan dalam penerimaan suara,sedangkan tiga saluran gelung berfungsi sebagai alat keseimbangan

Slide 13:
Gelombang bunyi yang merambat di udara. Bunyi tersebut akan di tangkap daun telinga ,kemudian masuk melalui saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga .Getaran pada gendang telinga di teruskan oleh tulang-tulang pendengaran ke tingkap oval hingga masuk kedalam rumah siput dan menggetarkan cairan limfa.Getaran cairan limfa akan merangsang saraf pendengaran untuk menyampaikan nya ke otak sehungga kita dapat mendengar. Proses Mendengar :

3. KULIT :
3. KULIT Kulit(integument ) merupakan lapisan terluar tubuh manusia dan merupakan pelindung bagian dalam tubuh. - Susunan kulit Kulit tersusun atas tiga -lapisan yaitu epidermis(lapisan luar), dermis(lapisan dalam)dan hypodermis(jaringan ikat bawah kulit).

Slide 15:
Di kulit terdapat lima macam reseptor di sebut tangoreseptor yang merupakan ujung saraf indra peraba.Kelima reseptor khusus merespon rangsang berupa sentuhan, tekanan, sakit, panas, dan dingin. Penyebaran ujung saraf peraba tidak merata di seluruh permukaan kulit.Beberapa bagian tubuh tertentu lebih banyak mengandung ujung saraf , misalnya pada ujung jari,telapak tangan dan telapak kaki.

Slide 16:
Reseptor tekanan berbentuk bawang dan merupakan reseptor yang paling besar,berada di bagian dermis yang jauh dari permukaan kulit.Reseptor rasa sakit (nyeri) Juga terdapat di organ tubuh bagian dalam . hal itu bermanfaat untuk memberi tahu kita akan adanya sesuatu yang tidak beres pada tubuh kita. Misalnya , ketika merasa nyeri di bagian perut,kita harus waspada bahwa kita tidak sehat.

Slide 17:
Fungsinya sebagai alat pengeluran keringat,fungsi yang lain adalah melindungi tubuh terhadap gesekan , kuman , penyinaran , panas, dan zat kimia,mengatur suhu tubuh,menerima rangsang dari luar,serta mengurangi kehilangan air.Pengeluaran keringat yang berlebihan , misal karena terik matahari atau kegiatan tubuh yang berlebihan, dapat menyebabkan terjadinya lapar garam.Kekurangan kadar garam dalam darah dapat mengakibatkan kekejangan dan pingsan. - Fungsi Kulit

4. HIDUNG :
4. HIDUNG Hidung mempunyai kemoreseptor yang peka terhadap rangsang kimia yang berbentuk gas,yaitu bau.Di rongga hidung bagian atas terdapat ujung-ujung cabang saraf dari saraf cranial ,yaitu saraf pencium (olfaktori) di rongga hidung juga terdapat sel pencium yang di lengkapi oleh rambut-rambut halus dan dilapisi lendir sebagai pelembab.

Slide 19:
Udara masuk ke rongga hidung,zat kimia yang terdapat di dalam udara akan larut dalam selaput lender.hal itu merangang rambut halus sel pencium.Lalu akan di teruskan oleh saraf pencium otak besar.Otak besar akan mengolah rangsangan itu dan mempersiapkan bau yang kita cium. Proses Mencium :

5. LIDAH :
5. LIDAH Lidah juga mempunyai kemoreseptor yang peka terhadap zat kimia. Kemoreseptor lidah peka terhadap zat kimia yang larut dalam air.Lidah peka terhadap rangsang karena megandung banyak kuncup pengecap yang terletak di celah-celah papilla.Kuncup pengecap sangat peka terhadap rangsang rasa karena terdiri atas sekumpulan reseptor.

Slide 21:
Ada empat macam kuncup pengecap yang menempati bagian lidah tertentu.Bagian ujung lidah peka terhadap rasa manis dan asin,tepi lidah bagian belakang peka terhadap rasa masam,dan bagian belakang lidah peka terhadap rasa pahit .


• Rabun dekat (hipermetropi),
tidak dapat melihat dekat, karena lensa mata terlalu pipih atau bola mata terlalu pendek sehingga bayangan jatuh di belakang retina

• Rabun jauh (miopi),
tidak dapat melihat jauh. Penyebabnya lensa mata terlalu cembung atau bola mata terlalu panjang, sehingga bayangan benda jatuh di depan retina

• Astigmatis Astigmatis (mata silindris),
adalah kelainan pada mafa yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Hal ini terjadi karena penderita tidak mampu melihat garis-garis horizontal dan vertikal secara bersama-sama.Mata tidak mampu memfokuskan pandangan karena kornea mata tidak berbentuk bola.Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata silindris.

• Presbiopia(rabun dekat dan jauh),
adalah kelainan yang ditandai dengan mata tidak dapat melihat dekat dan jauh. Hal itu terjadi ka.rena daya akomodasi mata mulai berkurans.Kelainan ini dialami oleh orang tua sehingga disebut juga mata tua.Kelainan ini dapat diatasi dengan memakai kacamata berlensa rangkap, yaitu bagian atas berlensa cekung (negatif) dan bagian bawah berlensa cembung (positif).

• Penderita rabun senja (rabun ayam),
tidak dapat melihat dengan baik pada senja dan malam hari ketika cahaya mulai rentang-remang. Gangguan penglihatan ini disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Cara mencegah dan mengatasi gangguan ini ialah dengan mengonsumsi rnakanan yang banyak mensandung vitamin A. Misalnya wortel.pepaya, dan tomat.

• Keratomalasi,
ditandai dengan kornea mata yang keruh. Penyebabnya adalah kekurangan vitamin A yang sangat parah.Jadi, penyakit ini merupakan tingkat lanjut rabun senja.Kekurangan vitamin A menimbulkan penebalan selaput lendir mata.Akibatnya, permukaan mata yang biasanya basah menjadi kering dan kasar (xeroftalmia/xerosis).Ji ka tidak segera cliatasi.akan menimbulkan kebutaan.

• Katarak,
Katarak (bular mata) merupakan kelainan pada lensa mata. Lensa mata menjadi kabur dan keruh sehingga cahaya yang masuk tidak dapat mencapai retina.Biasanya, katarak diderjta oleh orang yang berusia lanjut.Katarak dapat diatasi dengan tindakan operasi.

• Juling,
Kelainan mata ini disebabkan adanya ketidak serasian kerja otot penggerak bola mata kanan dan kiri. Kelainan ini dapat diatasi dengan tindakan operasi pada otot mata.

• Glaukoma,
Kelainan ini ditandai dengan peningkatan tekanan di dalam bola mata. Tekanan terjadi karena adanya sumbatan pada saluran di dalam bola mata dan pembentukan cairan di bola mata yang berlebihan.Kelainan yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan kebutaan. Kelainan ini dapat diatasi dengan obat-obatan yang harus diminum seumur hidup atau dengan tindakan
pembedahan.
• Dermatitis atopic atau eksema,
adalah peradangan di awal masa kanak-kanak. Eksema dapat menyebabkan gatal yang tidak tertahankan, peradangan, dan gangguan tidur.Eksema merupakan penyakit tidak menular.
• Anosmia,
adalah hilangnya atau berkurangnya kemampuan untuk membaui, merupakan kelainan yangpaling sering ditemui. Penciuman dapat dipengaruhi oleh beberapa perubahan di dalam hidung, di dalam saraf yangberasal dari hidung menuju ke otak atau di dalam otak.

• Otitis Radang telinga atau otitis,
adalah peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dan rongga mulut), antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.

• Tuli,
merupakan gangguan pendengaran karena kerusakan saraf pendengaran, infeksi bakteri, atau jamur. Tuli merupakan gejala utama radang telinga (otitis). Gendang telinga terlihat utuh, namun tertarik/retraksi,suram, kuning kemerahan, atau keabu-abuan.
• Buta Warna,
Istilah buta warna dapat diartikan sebagai suatu kelainan penglihatan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut pada retina mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu sehingga warna objek yang terlihat bukan warna yang sesungguhnya. Penyebab buta warna adalah faktor keturunan, gangguan terjadi biasanya pada kedua mata, namun tidak memburuk. Penyebab lainnya adalah kelainan yang didapat selama kehidupannya,












































Tugas biologi














Kelompok 5
Nama:
• Rita
• Dede Damiyati
• Ahmad Salim
• Sandiarto
• Winda





DAFTAR PUSTAKA
Ferdinand,factor dkk . 2007 . Biologi jilid 2 . Jakarta:Visindo
Drs.suprapto . tt . Lembar Kerja Siswa Biologi smt Genap . Solo:Putra Kertonatan
Pratiwi,D.A dkk . 2007 . Biologi SMA Kelas XI . Jakarta:Penerbit Erlangga
Sri Lestari,ending dkk . 2010 . Biologi SMA/MA Kelas XI . Dinas Pendidikan prov.jabar
http:/www.biology-online.org