Pages

Kamis, 31 Maret 2011

SISTEM SYARAF INDRA DAN HORMON PADA MAKHLUK HIDUP

RANGKUMAN BIOLOGI

SISTEM SARAF INDRA DAN HORMON PADA MAKLUK HIDUP





























Kelas : XI IPA 1

Disusun Oleh :

Ketua Kelompok : Fitriawati
Angota : 1. Aryaetin
2. Nayati
3. Ninda Royani
4. Novi Indriyani


SMAN 1 CIWARINGIN

SISTEM SARAF INDRA
1. Mata
Mata sebagai organ penglihatan mempuyai sejumlah reseptor untuk cahaya atau foto reseptor. Itulah sebabnya, kita dapat melihat benda dan dapat membedakan warna.
Bola mata terdiri atas tiga lapis, yaitu sklera, koroid, dan retina. Sklera depan sklera merupakan bagian yang transparan yang disebut kornea. Kornea dilapisi oleh selaput tipis yang disebut konjungtiva. Pada lapisan ini terdapat kelenjar air mata (glandulalakrimaris) yang menjaga kelembapan dan kesehatan mata.
Koroid merupakan lapisan tengah bola mata. Koroid terdiri atas jaringan ikat yang mengandung banyak pembulu darah dan pigmen. Koroid berfungsi memberi makan retina dan menyerap cahaya yang masuk lewat retina. Pada bagian depan mata, koroid terpisah dari sklera dan membentuk iris. Lapisan koroid sedikit terbuka membentuk celah dalam iris yang disebut pupil. Pupil berperan dalam pengaturan cahaya yang yang masuk kedalam retina. Dibelakang iris terdapat sebuah lensa cembung (binkonveks) yang diikat oleh otot lensa (muskulus silliaris). Otot lensa tersebur berperan mengubah-ubah bentuk lensan untuk memfokuskan mata. Proses pengubahan fokus pada mata disebut
(Gambar11.10)


Lapisan terdalam bola mata disebut retina yang merupakan lapisan tipis sensitif terhadap cahaya dan berisi epitel sensorik. Pada retina terdapat ujung-ujung saraf penerima rangsang cahaya (fotoreseptor) yang terdiri atas sel batang (basilus) dan sel kerucut (konus) (Gambar 11.11). sel-sel batang tidak dapat melihat warna. Sel batang terdiri atas segmen dalam yang berisi motokondria dan segmen luar yang berisi sejumlah membran yang mengandung rhodopsin. Rhodopsin merupakan pigmen yang sensitif terhadap cahaya mera. Rhodopsin terdiri atas opsin dan retinin. Pada saat terang, pigmen ini terurai dan dibentuk kembali pada saat gelap. Pembentukan rhodopsin memelurkan vitamin A. Akibatnya, jika kekurangan vitamin A akan menderita rabun senja. Pembentukan rhodopsin memerlukan waktu adaptasi. Itulah sebabnya kita tidak dapat melihat dengan cepat jika kita beralih dari tempat terang ke tempat rendup.
Sel kerucut sangat penting untuk melihat pada waktu terang sehingga kita dapat melihat warna. Hal ini disebabkan sel kerucut peka terhadap cahaya bitu, hijau, dan merah. Kekurangan jenis protein opsi dapat menyebab ketidakmampuan membedakan warna tertentu (buta warna)
Penyebaran sel kerucut dan sel batang tidak merata. Bintik kuning (fovea) merupakan bagian retina yang memiliki sel kerucut lebih banyak dibandingkan bagian lain. Semakin jauh dari fovea sel kerucut semakin berkurang, sedangkan sel batang semakin bertambah. Pada retina terdapat satu bintik yang tidak mempunyai sel batang yang disebut bintik buta. Retina manusia dan hewan yang aktif pada siang hari lebih banyak berisi sel-sel kerucut. Sebaliknya hewan-hewan yang aktif pada malam hari, retinanya lebih banyak mengandung sel-sel batang.
Lensa mata berfungsi memfokuskan cahaya yang berpantul dari benda-benda yang terkihat sehingga menjadi bayangan yang jelas dan retina. Cahaya yang ditangkap mata berturut-turut akan melalui kornea, aqueus humor, pupil, lensa vitreus humor, dan retina. Cahaya ini merangsang fotoreseptor untuk menyampaikan impuls ke saraf penglihat berlajut sampai lobus oksipitalis pada otak besar.
Lensa mata normal dapat berakomodasi untuk memfokuskan objek yang jauh mampu dekat. Jika terdapat kelainan pada bentuk lensa, seperti rabun dekat (miopi), objek yang jauh terlihat kabur. Pada keadaan ini, bayangan jatuh kita tidak dapat melihat banyangan jatuh di bagian mata karena mempunyai bintik buta. Untuk mengetahui hal ini, dapat dilakukan kegiatan berikut.
Buatlah dua tanda diatas kertas sejaug 8 cm! Gambar kucing dan tiku pada tanda tersebut! Tutuplah mata kiri anda dengan tangan! Pandanglah gambar kucing sambil mendekatkan kertas perlahan-lahan ke arah anda! Tiba-tiba gambar tikus menghilang. Apa yang akan terjadi jika mata kanan anda ditutup, kemudian kertas didekatkan perlahan-lahan ke arah anda! Di depan retina. Mata miopi dapat dibantu dengan kacamata lebnsa cekung. Keadaan yang berlawanan terjadi pada rabun jauh (hipermetropi). Objel yang jauh terlihat dengan jelas, sedangkan objek yang dekat terlihat kabur. Pada keadaan ini bayangan jatuh di belakang retina. Mata hipermetropi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung (Gambar 11.12).


2. Telinga
Telinga merupakan indra pendengar sehingga banyak dilengkapi reseptor khusus untuk getaran dan keseimbangan. Reseptor-reseptor ini terdapat di dalam rumah siput (koklea) pada telinga bagian dalam.
Telinga terdiri atas bagian, yaitu telinga dalam. Telinga luar terdiri atas daun telinga dan lubang telinga luar. Telinga luar berfungsi membantu memusatkan bunyi yang masuk ke dalam saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga (membran timpani)
Telinga tengah berupa rongga yang berhubungan dengan tenggorokan. Pada telinga tengah terdapat tiga tulang pendengaran (oksikel), yaitu maritil (maleus), landasan (inkus), dan sanggurdi (stapes). Tulang martil melekat pada gendang telinga sedangkan sanggurdi melekat pada tingkap jorong (tingkap bundar). Ketiga tulang telinga berfungsi mengurangi intesitas suara guna menghindari kerusakan struktur telinga dalam. Pada telinga tengah terdapat pembulu eustachius yang menghubungkan antara ruang telinga rongga faring.
Telinga dalam tersusun atas rumah siput (koklea) dan saluran gelung (labirin). Koklea merupaka saluran melingkar yang terdiri atas tiga ruangan yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Skala vestibuli berhubungan dengan skala timpani melalui lubang kecil yang disebut helikotrema. Skala vestibuli berakhir pada tingkap lonjong, sedangkan skala timpani berakhir pada tingkap bundar. Skala media yang merupakan ruangan koklea tengah tiak berhubungan dengan kedua skala lainnya.
Koklea berisi cairan limfa. Permukaan dalamnya merupakan tempat bermuara saraf-saraf yang sangat peka terhadap getaran. Semua ujung saraf ini menyatu membentuk saraf pendengar.
Bagaimanakah mekanisme yang terjadi di dalam telinga suatu bunyi dapat terdengar? Gelombang suara yang datang akan ditangkap telinga luar. Gelombang suara tersebut akan menggetarkan membran timpani. Getaran ini akan diteruskan ke tulang-tulang pendengaran hingga menyebabkan tingkap jorong juga ikut bergetar. Getaran tingkap jorong akan menggetarkan cairan di dalam koklea. Cairan yang bergetar ini menstimulus ujung-ujung saraf pendegar yang terdapat pada bagian dalam permukaan koklea. Ujung-ujug saraf ini akan meneruskan impuls ke otak besar. Otak besar menerima impuls ini dan menerjemahkannya yang akan kita persepsikan sebagai suara. Proses mendengar akan menyebabkan seseorang tidak dapat mendengar dengan baik.
Telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan untuk merasakan gerakan kepala yang terdiri atas tiga saluran setanga lingkaran (kanalis semisirkularis) dan alat untuk mengetahui kedudukan kepala berupa rongga-rongga kecil, yaitu utrikulus dan sakulus. Labirin merupakan alat keseimbangan. Terdiri atas berapa lengkungan kanalis semisirkularis?
Pada pangkal setiap saluran kanalis semisirkularis terdapat bagian yang membesar (ampula). Di dalam ampula terdapat cairan limfa, batu keseimbangan (otolit), dan reseptor (kupula) yang peka terhadap gerakan cairan limfa. Jika kepala kita berputar, cairan limfa pada saluran semisirkular samping akan bergerak dan menabrak kupula. Rangsangan ini diteruskan ke otak sehingga kita merasakan adanya gerak. Gerakan menengadah dan menunduk dirasakan oleh saluran semisirkularis belakang. Adapun gerakan memiringkan kepala dirasakan oleh saluran semisirkularis atas.
3. Kulit
Kulit merupakan indra peraba. Akibantnya, kulit banyak mengandung reseptor yang peka terjadap panas, dingin, sentuhan, tekanan, dan nyeri. Ujung-ujung reseptor tersebut terdapat pada folikel rambut pada lapisan dermis.
Ujung-ujung saraf pada kulit ada yang terbungkus kapsul dan ada pula yang tidak terbungkus. Ujung saraf yang terbungkus disebut ujung saraf korpiskula atau puting beraba dan ada yang tidak terbungkus disebut ujung saraf bebas. Contoh ujung saraf korpuskula adalah ujung saraf Meissner (reseptor sentuhan) dan ujung saraf paccini (reseptor tekanan). Adapun ujung saraf Ruffini (reseptor panas) dan ujung saraf Krausse (reseptor dingin) merupakan ujung saraf bebas. Ujung-ujung saraf Paccini terdapat pula pada alat-alat dalam, seperti bongkol sendi lambung, usus, dan kandung kemih. Akibatnya, kita merasakan lapar, kenyang, dan ding buang iar. Ujung-ujung reseptor yang terdapat pada folikel rambut pada lapisan dermis
4. Lidah
Makanan dapat diketahui rasanya karena adanya reseptor pengecap pada lidah yang disebut sel-sel pengecap atau puting pengecap. Reseptor pengecap sngat peka terhadap zat kimia berupa larutan penyebab rasa. Puting pengecap terdapat pada kuncup pengecap (papila) (Gambar 11.15). Pada manus terdapat sekitar 2000 buah papila




Bagaimanakah mekanisme hingga kita merasakan rasa suatu makanan? Makanan yang telah dikunya bersama air liur memasuki papila melalui pori-pori atas. Makanan tersebut merangsang rambut-rambut saraf yang tedapat pada papila. Saraf tersebut akan membawa impuls tersebut ke otak. Otak akan menerjemahkannya sebagai rasa suatu makanan.
Kuncup pencegah lidah dapat merasakan empat macam rasa, yaitu manis, pahitr, asin, dan asam. Kuncup pencegah untuk rasa manis terdapat pada ujung lidang, rasa asin pada sisi lidah bagian depan, dan rasa asam ada pada sisi lidah. Adapun rasa pahit terdapat pada lidah bagian belakang.
5. Hidung
Hidung merupakan indra pembau sehingga dalamnya banyak terdapat sel-sel sensoris yang peka terhadap gas-gas kimia yang berhubungan dengan bau dan aroma. Sel-sel ini terdapat pada selaput lendir (mukosa). Mukosa berisi sel-sel bipolar pencium berupa rambut-rambut halus yang dihubungkan oleh saraf. Rambut-rambut tersebut berfungsi menerima rangsang zat kimia berupa gas. Gas yang memasuki rongga hidung akan bercampur dengan lendir yang kemudian merangsang ujung-ujung saraf. Impuls ini diteruskan oleh saraf pembau ke saraf pusat dan akhirnya diiterprestasikan sebagai bau
B. Sistem Hormon
Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku, dan kesimbangan.
hormon masuk kedalam sistem peredaran darah menuju dan mempengaruhi kerja organ asaran yang berada jauh dari kelenjar endokrin. Jumlah hormon yang diperlukan untuk mempengaruhi organ sasaran sangat sedikit namun mempunyai kemampuan kerja yang besar dan lama. Berdasarkan macam dan lokasi kerjanya, terdapat kelenjar endokrin jenis hiposifif, tiroid, paratiroid, pankreas, anak ginjal, ovarium, dan testis.


1. Kelenjar Hipofisis
Kelenjar hipofisis atau pituitari terletak di dasar otak, yaitu sellatursica. Diameter hiposifif sekitar 1 cm dengan berat 1,5 gram.
a. Hiposifif Bagian Depan
Hiposifif bagian depan atau hiposifif lobus anterior disebut juga andernohiposifif. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon yang dapat mempengaruhi pengeluaran hormon yang dapat mempengaruhi pengeluaran hormon-hormon lain. Oleh karena itu, kelenjar hiposifif sering kali disebut the master of gland. Hormon-hormon yang diproduksi adernohiposifif antara lain somatotrpin, tirotropin, ACTH, FSH, LH, dan prolactin.
Sematotropin merupakan hormon pertumbuhan. Hormon ini berjerha pada seluruh sel-sel tubuh dan berfungsi untuk merangsang sintesis protein, menambah metabolisme lemak, mengurangi pemakaian glukosal, dan merangsang pertumbuhan tulang dan otot.
Jika seseorang kekurangan hormon somatotropin pada masa pertumbuhan, pertumbuhan orang tersebut menjadi terhambat dan mengalami kekerdilan yang disebut dwarfisme. Sebaliknya, kelebihan hormon ini pada masa kanak-kanak akan menyebabkan pertumbuhan raksasa yang disebut gigantisme. Jika kelebihan hormon ini terjadi sesudah dewasa kemungkinan akan terjadi pertumbuhan yang tidak seimbang pada tulang jari tangan, jari kaki, rahang, ataupun hidung yang disebut akromegali.
Hormon tirotropin disebut juga Thyroid Stimulating Hormone (TSH). Hormon ini berfungsi mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok (tiroid) serta merangsang tiroid untuk mensekresikan tiroksin
Hormon ACTH atau Adrenocortikotropik Hormone berfungsi untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal (andrenalkorteks). Hormon ini juga merangsang adrenal korteks mensekresikan hormon glukokortioid. Glukokortikoid sangat penting untuk meredakan stress dan ketegangan mental lainnya.
FS merupakan singkatan dari Follicle Stimulating Hormone. Pada wanita hormon ini berfungsi mengatur perkembangan ovarium dan berpengaruh terhadap pematangan folikel. Folikel merupakan rongga dalam ovarium yang mengandung telur yang telah matang. Pada pria, hormon ini berfungsi mengatur pembentukan sperma (spermatogenesis0.
LH merupakan singkatan dari Leuteinizing Hormone. Pada wanita, hormon ini berfungsi memecahkan diding rahim (endometrium) pada waktu ovulasi. Ovulasi adalah terlepasnya sel telur dari diding ovarium. LH juga berfungsi merangsang pembentukan korpus leteum, suatu massa sel bewarna kuning yang terbntuk dari folikel setelah lepasnya sel telur. Pada pria, hormon ini disebut Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH) yang berfungsi merangsang sel-sel interstitial teste untuk memproduksi testosteron dan endosteron (androgen).
Prolactin atai Lactogenic Hormone merupakan hormon yang penting utuk memelihara korpus leuteum dalam memproduksi progesteron. Prolaktin juga diperlukan untuk memproduksi air susu pada ibu pada masa kehamilan.
b. Hiposifif Bagian Tengah
Hiposifif bagian tengah atau hiposifif lobus intermediet berfungsi untuk memproduksi hormon Melanocyt Stimulating Hormone (MSH). Pada manusia, fungsi hormon ini belum jelas. Pada hewan, hormon ini berperan dalam sintesis melanin dan penyebaran melanofor yang diperlukan untuk proses mengubah kulit sesuai dengan lingkungan (kamuflase).
c. Hiposifif Bagian Belakang
Hiposifif bagian belakang atau hiposifif lobus posterior disebut jugga neurohiposifif. Hiposifif bagian belakang terdiri ata sel-sel saraf yang sudah termodifikasi yang menghubungkan lobus posterior dengan hipotalamus.
Hiposifif lobus posterior meprodiksi hormon ADH dan oksitosin. ADH atau Antidiuretic Hormon disebut juga Vasiopresin. Hormon ini berfungsi dalam proses reabsorpsi air pada tubulus ginjal sehingga pengeluaran urine dapat dikurangi sehingga air dalam tubuh kita dapat dipertahankan. Jika diproduksi ADH berkurang, akan menyebabkan seseorang buang air kecil terus-menerus dan selalu haus. Penyakit ini disebut diabetes insipidus. Adapun oksitosin sangat pentin untuk wanita yang akan melahirkan. Hal ini karena hormon tersebut menyebabkan kontraksi dindin rahim yang merupakan salah satu faktor untuk memulai persalinan. Hormon ini juga berpengaruh terhadap pengeluaran air susu ibu seperti halnya prolaktin

2. Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terletak pada leher bagian depan di bawah jakun. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus lateral yang dihubungkan oleh insthmus. Kelenjar tiroid mengasilkan hormon tiroksin yang tersusun atas asam animo dan iodium. Jika kita kekurangan unsur iodium, dapat menyebabkan kelenjar tiroid mengalami hipofungsi, berupa menurunnya produksi hormon. Keadaa ini ditandai dengan hipertropik, yaitu bertambah besarnya kelenjar tiroid sampai 15 kali. Keadaan ini sering disebut penyakit gondok (Gambar 11.18) yang dapat dicegah mengomsumsi iodium yang biasa terdapat pada garam dapur.
Hormon tiroksin sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan otak jaringan lainnya. Tiroksin juga merangsang metabolisme dan menurunkan kadar kalsium darah. Jika kadar tiroksin dalam darah rendah (hipotiroidism) kecepatan metabolisme menurun hingga mengakibatkan turunnya produksi panas. Penderita hipotiroidism akan mengalami suhu tubu renda, tidak tahan dingin, kulit kering, denyut jantung lambat, dan mengantuk. Penyakit dengan gejala di atas tersebut miksodema. Pada penderita miksodema, terjadi penimbuhan cairan kental dalam jaraingan bawah kulit. Jika hipotiroidism terjadi pada masa kanak-kanak, akan menyebabkan kekerdilan (kretinisme), kecerdasan rendah, dan tidak pernah matang secara seksual. Sebaliknya, jika hormon tiroksin dalam darah naik (hipertiroidsm), akan menyebabkan kecepatan metabolisme meninggi, banyak keringat, berat badan turun, tekanan darah tinggi, napas cepat dan tidak teratur, tangan gemetar dan gugup, serta melebar dan bola mata menonjol. Gejala-gejala diatas merupakan gejala penyakit basedowi.
3. Kelenjar Patiroid
Kelenjar paratiroid berjumlah empat buah dan terletak di belakang kelenjar tiroid (Gambar 11.20). Setiap kelenjar berdiameter 5 milimeter dengan berat 30 miligram.
Kelenjar paatiroid memproduksi parathormon (PTH) yang berfungsi mengatur dan mengontrol kadar kalsium dan fosfat dalam darah. Jika hormon bergabung dengan hormon kalsitosin yang dihasilkan kelenjar tiroid, akan menyebabkan kalsium fosfat pada tuang larut sehingga tulang menjadi rapuh. Kekurangan PTH akan menyebabkan penurunan kadar kalsium pada plasma darah. Hal ini akan mengakibatkan kejang-kejang.

4. Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal atau kelenjar anak ginjal berjumlah dua buah dan terletak di atas ginjal (Gambar 11.20). Bentuk kelenjar ini seperti topi dengan berat masing-masing 7-8 gram. Kelenjar adrenal dikenal terdiri atas bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula). Pada korteks adrenal dihasilkan tiga macam hormon, yaitu kortokoid mineral, gluko kortikoid, dan androgen. Hormon kortikoid mineral berfungsi menyerap natrium dalam darah dan mengatur reabsorpi air pada ginjal. Hormon glukp kortikoid berfungsi menaikan glukosa darah dan menaikkan pengubah glukosa menjadi glikogen dan pengubahan glikogen menjadi glukosa. Adapun dengan bersama hormon kelamin berfungsi menentuka kelamin skunder laku-laki, seperti tumbuhnya kumis dan cabang. Bagian medula adrenal menghasilkan hormon epinefrin atau yang sering disebut adrenalin.
Kelenjar adrenal dapat mengalami skunder pria dan wanita, seperti tumbuhnya kumis yaitu munculnya ciri kelamin skunder pria dan wanita, seperti tumbuhnya kumis pada wanita. Gangguan lainnya adalah hipofungsi adrenal yang akan mengakibatkan penyakit addison dan berfungs adrenal yang akan menyebabkan coushingsyndrome. Penyakit addison akan menyebabkan pigmentasi yang berlebihan, sedangkan coushing syndrome akan menyebabkan bulatnya muka seperti bola


5. Kelenjar Pankreas
Kelenjar pankreas terletak dekat usus dua belas jari dan hati. Pankreas memproduksi getah prankeas yang masuk usus dua belas jari untuk membantu pencernaan makanan. Di dalam prankeas terdapat bagian yang disebut pulau-pulau langerhans. Pada pulau-pulau langerhans ini terdapat dua jenis sel, yaitu sel alfa dan sel betha. Sel alfa mengasilkan hormon glukagon yang berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa sehingga kadar glukosa darah naik. Sel betja memproduksi hormon insulin yang berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. Kekuangan hormon insulin akan menimbulkan penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Gejala penyakit ini adalah urine mengandung glukosa dan merasa lelah.

6. Kelenjar Kelamin
Kelenjar kelamin atau honad terdiri atas testis pada pria dan ovarium pada wanita. Kedua kelenjar ini mempunyai sifat sintogenik dengan menghasilkan sel kelamin, yaitu sperma pada pria dan ovum pada wanita, serta bersifat endokrinik dengan mengasilkan hormon kelamin.
a. Kelenjar Kelamin Pria
Kelejar kelamin pria atau testis akan mensekresikan hormon testosteron. Hormon ini berfungsi merangsang pematangan spermdan pembentukan tanda-tanda kelamin skunder pria, seperti pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, dan suara yang membesar. Pembentukan hormon ini dikontrol oleh ITC (Interstitial Cell Stimulating Hormone) yang dihasilkan oleh hiposifif bagian anterior. ITC dan testoteron tetap diproduksi selama hidup walaupun konsentrasinya menurun setalah usia lanjut
b. Kelenjar Kelamin Wanta
Kelenjar kelamin wanita ata ovarium berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen da progesteron. Estrogen disekresikan ovarium oleh sel-sel folikel de Graff atas pengaruh Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang disekresikan oleh hiposifif bagian anterior. Estrogen bertanggung jawab terhadap oogenesis (pembentukan sel telur), pemeliharaan fungsi organ kelamin, merangsang perkembangan ciri-ciri kelamin skunder wanita, seperti pembesaran payudara dan penimbunan ciri-ciri kelamin skunder wanita, seperti pembesaran payudara dan penimbunan lemak pinggul.
Progesteron dihasilkan oleh korpus leuteun atas pengaruh LH yang akan disekresikan hiposifif bagian anterior. Progesteron menyebabkan diding rahim (endometrium) mensekresikan getahnya sehingga siap menerima sel telur yang sudah dibuahi. Prigesteron bersama dengan estrogen berperan dalam memproduksi air susu, membentuk dan memelihara plasenta, dan memelihara kondisi kehamilan. Pada wanita, peranan kedua hormon kelamin lebih kompleks, misalnya dalam daur mentruasi (entrus), kehamilan, dan persalinan.
c. Hormon dan Teknik Keluarga Berencana
Keluarga berencana (KB) merupaka program pemerintah yang bertujuan menciptakan keluarga kecil bahagia dan sejah tera melalui pengaturan kelahiran. Pengaturan kelahiran dapat dialakukan melalui cara mekanik, sterilisai (permanen), serta kimia dan hormon. Pembahasan kali ini akan ditekankan teknik keluarga berencana cara kimia dan hormon.
Jenis dan cara penggunaan zat kimia dan hormon untuk mengatur kelahiran cukup banyak. Zat kimia spermatisda yang dicampur dengan sejenis jeli dapat digunakan untuk dimatikan sperma. Cara lainnya adalah menggunakan hormon untuk mencegah terjadinya ovulasi, seperti hormon sintetik, estrogen, dan progesteron. Hormon-hormon tersebut biasanya diberikan dalam bentuk pil, suntikan, ataupun kapsul. Biasanya kapsul dimasukkan dibawah kulit dan dikenal dengan istilah kontrasepsi susuk KB.
Bagaimanakah pengaruh pemberan hormon-hormon tersebut? Jika seseorang wanita setiap hari menelan pil yang mengandung estrogen dan progesteron, kelenjar hiposifif tidak akan megasilkan FSH dan LH. Akibatnya, ovulasi pun tidak terjadi sehingga wanita tersebut tidak akan hamil. Progesteron juga mampu memberikan perlindungan kontrasepsi kedua dengan cara mempertebal dindidng rahim dan mengubah lendir rahim secara kimiawi. Perubahan ini dapat menolak dan mematikan sel sperma sehingga dinding rahim tidak menerima implantasi.
d. Hubungan Saraf dan Hormon
Sistem saraf dan sistem hormon merupakan koordinasi. Kedua sistem tersebut mengatur dan mengendalikan semua aktivitas tubuh secara langsung maupun tidak langsung. Pengaturan dan pengendalian tersebut dilakukan dalam bentuk penyampaian dan pengolahan informasi yang kemudian dijawab dalam bentuk respons atau tanggapan. Antara sistem saraf dan sistem hormon terdapat hubungan yang erat. Sistem hormon dapat bekerja jika ada pengendalian dari sistem saraf. Perhatikan bagan berikut!
C. Hormones Thatinfluence Reproductive System Hormon-Hormon Yang Berpengaruh Sistem Preproduksi
Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi, yaitu estrogen, proggesteron, FSH, LH, Testoteron, Prolatin, HCG, relaksi prostaglandi dan oksitosin.
1. Hormone that Controls Man Sexual Development
Testis selain sebagai kelenjar gonad, juga menghasilkan hormon yang disebut testosteron. Hormon ini diproduksi sejak janin akan tetapi kadarnya rendah. Adanya hormon ini sangat menentukan dferensiasi struktur tubuh yang menjurus pada jenis peria.

Pada saat mengalami pubertas, maka hormon testosteron akan dihasilkan dalam kadar cukup tinggi dan akan merangsang timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder, seperti otot lebih kekar, suatu lebih berat, tubuhnya jakun dan pertumbuhan janggut dan kumis.
2. Hormone that Controls Woman Sexual Development
Hormon yang Mengatur Perkembangan Seksual Wanita
Kedewasaan seorang wanita diduga dimulai ketika hipotalamus mulai menghasilkan hormon yang merangsang kelenjar hipofisis. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh hipofisis bergabung dalam hormon gonadotropin ( LH dan FSH ) yang akan merangsang perkembangan ovarium. Pada giliranya ovarium akan menghasilkan hormon kelamin, yaitu progresteon dan estrogen.
Pada saat mengalami pubertas, maka hormon estrogen mendorong kematangan alat-alat kelamin, seperti uterus dan vagina serta merangsang timbulnya tanda – tanda kelamin sekunder seperti panggul membesar, suara lebih nyaring dan mengalami menstruasi.
3. Hormone that Has Role in Manstruation
Hormon yang Berperan dalam Menstruasi
Apabila sel telur tidak bisa dibuahi, maka setelah berusia tertentu korpus luteum sebagai peroduksi hormon estrogen dan progesteron menghentikan aktivitasnya akibatnya kadar kedua hormon tersebut turun secara mendadak mengakibatkan lepasnya ovum dan robeknya endometrium yang menebal. Robeknya endomentrium menyebabkan tipisnya dindingrahim.
Turunya progesteron memungkinkan hipofisis mensekresikan FSH merangsang folikel dalam ovarium untuk memperoduksi hormon estrogen. Estrogen akan menghambat hipofisis memproduksi FSH tetapi mencacu hipofisis memproduksi LH dan merangsang penebalan endometrium.
Hormon LH merangsang pematangan ovum dan meninggalkan folikel. Folikel yang tinggalkan oleh sel teluar akan mengkerut dan berubah menjadi korpus luteum yang berfungsi untuk memproduksi progesteron dan estrokorpus albikans yang kemampuan memproduksi estrogen dan progesteronnya sangat rendah.
4. Hormones that Have Rle in Pregnancy
Hormon yang bberperan dalam Kehamilan
a. Progestreron dan estrogen. Kedua hormon ini diproduksi oleh korpus luteum hingga kehamilan bulan ke 3 dan ke 4, kemudian secara berangsur-angsur fungsi korpus luteum akan digantikan oleh plasenta.
b. Prolaktin yaitu hormon yang merangsang kerja kelenjar susu untuk memproduksi susu, juga mengatur metabolisme pada ibu sehingga kebutuhan zat pada tubuh ibu dapat dikurangi dan dialirkan kejanin.
c. CG yaitu hormon yang merangsang aktivitas ovarium dan pembentukan plasenta.
5. Hormone that Has Role in Birth
Hormon yang berperan dalam Kelahiran
a. Relaksin, yaitu hormon yang mempengaruhi peregangan otot pada sinfisis pubis.
b. Esterogen yaitu hormon yang berfungsi untuk mengatasi pengaruh hormon progesteron yang menghambat kontraksi dinding rahim
c. Prostaglandin, yaitu hormon yang berfumgsi untuk mengatasi pengaruh hormon progesteron
d. Oksitosin yaitu hormon yang mempengaruhi dinding rahim
1. kelainan peyakit paa sistem syaraf
kelaian penyait pada sistm syaraf dapat di sebabkan oleh beberapa fator, lain karena adanya kerusakan pada sisitem syaraf akibat luka, infeksi mikroorganisme, penggunaan obat obatan yang melebii dosisatau kerusakan sistem syarafyang bersifat genetis.
Beberapa kelainan pada sisitem syaraf adalah sebagai berikut
a. sakit kepala
akit kepala adalah sesuatu kelainan padasistem syaraf yang sering didrita leh setiap orang . penyebabnya yang paling umum adalah karena melebarnya pembuluh darah pada daerah selaut otak.
b.neuritis( radang saraf)
neuritis dapat di sebabkan oleh pengaruh fisis, sepeti tekanan pukulan, dan patah tulang. Dapat pula di sebabka oleh racun atau kekurangan vitamin b1,b6,dan b12. gejala yang muncul adalahpada bagian tubuh yang disarafi akan terasa sakit dan kadang kadang timbulkesemutan.

c. Amnesia
Amnesia dapat di sebabkan karena kecelakan yang menyebabkan erjadinya trauma pada kepala( geger otak) sehingga penderita mengalami kebingungan dan lupa ingatn.
d. stroke
stroke merupakan kematian sel el otak di sertaigangguan fungsinya yang di sebabkan oleh terganggunya aliran darah otak. Penyebab storok yang yang paling umum adalah tekanan darah tinggi arterosklerosis atau ke dua duanya.
Gejala stroke sangat berfariasi, milai dari hanya pusing pusing saja, sulit bicara, tidak dapat melihat,pigsan anggota badan, tidak dapat di gerakan atau lmpuh bahkan menimbulkan kematian.
e. epilepsi
epilepsi meripakan penyakit pada sistem syaraf yang di sebabkan engan adanya gangguan penghantar impils listrik pada sel sel syaraf, penderita tumor otak , trauma kepada kepala, pengguna obat obat bius dan penderita cacat otak bawaan. Penderita epilepsi sering mengalami kejang kejang sampai dari mulutnya mengeluarkan busa. Epilepsi bukan penyakit turunan da penyakit menular. Penyakit ini dapat di sembuhkan jika berobat secara teratur
f. polio
polio merupakan merupakan pada sistem syaraf yang di sebabkan oleh infeksi virus pada sel-sel sarafmotorikotak dan sumsum tulsng belakang. Penyakit ni enular dan jika sudah menyerang tidak dapat diobat. Penularnya dapat melalui makanan, gejala-gejala yang timbul dari penyakt ini adalah demam,kelumpuhan, sakit kepala yang terakhir dengan hilangnya refleks, dan mengecilnya otot. Pencegahanya penyakitnyaii di lakukan dengan vaksin antipolio yang di berikan pada bayi melalaui imunisasi oral( di minumkan)
2. kelaianan dan penyakit pada sistem endoktrin( hormon)
a. peyakit addison
penyakit ini terjadi karena berkurangnya sekresi glukokortikoid. Penyebabnyaadalah terinfeksinya kelenjar adrenal atau adanya autoimun.
1) berkurangnya volum dan tekanan darah karena turunyakadar na+ dan volum ar pada caran tubuh.
2) Turunya daya tahan tubuh terhadapsteress sehingga penderita mudah mengalami shock dan lebih beratnya lagi dapat menimbulkan kematian hanya oleh steres kecil.
3) Lesu mental dan fisik
b. sindrom cushing
sindrom cushing merupakan kumpulan gejala gejalapenyakityang di sebabkan olehterjadinya sekresi yang berlebihan dari glukokortikoid dan pemberian obat obatan kortikosteroid secara berlebihan, gejala –gejala yang tampak, yaitu otot otot mengecil dan menjadi lemah, osteoporosis, luka yang sulitsembuh serta gangguan mental.
c. sindrom adrenogenital
sindro adrenogenital merupakan kelinan pada sistem endokrin karena terjadinya produksi glukoortikoid yang umumnya di sebabkan oleh kekurangan enzim pembentuk glukokortoid pada kelenjar adrenal. Akibatnya hormon adrenotropin meningkat dan merangsang zonz retikularis untuk mensekresikan androgen sehingga mengakibatkan munulnya tanda tanda kelamin sekunder pria pada seorang wanita, yang di sebut virilisme. Virilisme yaitu tumbuhnya janggut dan rambut seperti pria , otot-otot tubuh seperti pria, perubahan suara, payudara mengecil, klitoris membesar seperti penis kadang kadang mengalami kebotakan. Pada pra di bawah umur, sindrom in menyebabkan munculnya tanda tanda sekunder di bawah umur. Sedangka pada pria dewasa gejala gejala di atas tertutupi oleh tanda tanda kelamin sekunder normal karena pengaruh testoseron. Tetapi apabila terjadi sekresi yang berlebihan dari estrogen dan progesteron maka akan muncul tanda tanda kelamin sekunder wanita antara lain payudara membesar seperti pada wanita.

d. struma
struma merupakan pembengkakan kelenjar tiroid sehingga menimbulkan benjolan pada leher bagian depan. Penyebabnya antara lain karenanya adanya peradangan tumor atau kekurangan ( defisiensi)yodium.


e. hipotiroidea
hipotiroidea disebabkan oleh terjadinya kekurangan hormon tirod. Penyebabnya adalah kekurangan yodiumpada makanan . oleh karena itu penyakit ini dapat di cegah dengan mengkonsumsigaram beryodium.
Apabila terjadi pada masa bay dan anak anak akan menimbulkan kreainisme. Ciri-cirinya adalah memiki muka bulat, perutbuncit, leher pendek dan lidah besar. Kreainisme daapt di sembuhkan dengan pemberianhormon tiroidasalkan tidakterlambat. Apabila terjadi pada orang dewasa akan menimbulkan miksedema.gejala-gejalanya adalah kulit tebal, muka bengkak, rambut kasr, mudah gemuk, lemah denyuut jantung, lambat suhu tubuh turun dan lambat secara fisik maupun mental
f. hipertiroidea
hipertiroidea di sebabkan oleh terjadinya kelebihan sekresi hormontiroid dari kadar normal. Gejala-gejalanya adalah beratbadan menurun , gemetaran, berkeringat, nafsu makan meningkat, jantung berdebar, dan BMRmeningkat melebihi 20 sampapi 100.

3. kelainan dan penyakitpada aat indra
kelainan dan penyakit pada alat indra dapat menyebakan terjadinya gangguan pada alat-alat indra tersebut.
a. kelianan pada indra pengelihatan(mata)
1) miopi( mata dekat) yaitu bayangan benda jatuh di depan bitik kuning karena karena bola mata terlalu panjang (cembung) akibatnya matahanya mampu melihat dengan jerlasbenda-benda jauh tidak tampak jelas. Kelainan mata ini dapat di tolong dengan lensa negatif( cekung)
2) hipermetrop( nata jauh) yaitu bayangan benda jatuh ke belakang bintik kuning karena bola mata terlalu pendek atau bola mata terlalu pipih, akibatnya mata hanya mampu melihat jelas benda benda jauh, sedangkan benda benda dekat tidak nampak jelas. Kelinan mata ini dapat di tolong dengan lensa positif( cembung)
3) asatigmstisma yaitukecebungan kornea tidak merata sehingga bayangan menjadi tidak terfokus(kabur). Astigmatisma ada dua yaituastigmatisma teratur dan astigmatismatidak teratur. Astigmateraturdapatdi tolong dengan menggunakan lensa selindris, sedangkan astigmatismatidak teratur tidak dapat di tolong.
4) Presbiop, biasanya terjadi padaorang lanjut usia, di sebabkanoleh lensa mata terlalu pipih karena daya akomodasinya terlalulemah sehingga hanya mampu melihat dengan jelas benda jarak jauh.
5) Hemeralopia( rabun senja) gangguan pengelihatan karena kekurangan vitamin A kekurangan vitamin A ini menyebabakan terhambatnya pembentukan rodopsin pada saat kurang cahaya sehingga pada saat senja seseorang yang kekurangan vitamin A akan menjadi rabun.
6) Buta warana merupakan penyakit mata yang bersifat turunan. Mata yang normal mempunyai tiga macam sel konus yang semuanya bekerja dengan baik di sebut mata trikromat. Apabila ada satu macam atau lebih sel konus yang rusak maka menyebabkan terjadinya buta warna
Jenis –jenis buta berwarna
a) mata monokromat: yatu hanya memilliki satu macam sel konus yang normal, sehimgga orang ini hanya manpu membedakan warna hitam dan putih.
b) Mata dikromat: yaitu hanya memiliki dua macam sel konus yang norma, sehingga di dapatkan buta warna merah( protanopia) buta warna hijau(deuteranopia), dan buta warna biru(tritanopi)

b. ganguan pada indra pendengaran ( telinga)
ganguan pada indra pendengaran dapat di sebabakan oleh saluran lubang telinga tersebut oleh serumen, ketegangan pada gendang telinga dan tulang tulang pendengaran sehimgga kaku ( tidak mudah bergetar) atau adanya penyakit di bagian koklea, saraf pendewngaran dan tumor di jembatan varol.
Beberpa ganguan di telinga adalah sebagai berikut:
1) tuli
tuli adalah kehlangan rasa dengar, tuli di bedakan menjadi dua yaitu:
a) tuyli konduksi yatu ketulian yang di sebabkan oleh gangguan pada penghantaran getaran suara kedalam koklea, penyebabnya dalah terjadina penyumbatan saluran telinga oleh serumen, penebalan atau pecahnya membran timpani,kekakuan tulang sanggurdi pada tingkat bulat, dan pengapuran tulang pendengaran.
b) Tuli syaraf yaitu gangguan pendengaran karena terjadinya kerusakan pada syaraf pendengaran.
2) radang telinga tengah ( ototitis media)
radang tenga tengah di sebabkan oleh bakteri aatu virus umumnya terjadi mengikuti peradanga pada saluran pernapasanatas. Gejala yang muncul adalah sakit telinga dan pendengaran yang di sertai demam.
3) mabuk perjalanan
mabuk perjalanan adalah gangguan pada fungsi keseimbangan karena perangsangan yang terus menerus oleh gerakan atau getaran yang terjadiselama perjalanan di darat, laut atau adara. Impuls dari labirin akan di jalankan ke pusat muntah. Korteks,dan puat pusat lainyasehingga menimbulkan gejala utama seperti mual,muntah,pucat,keringat dingin dan pusing.
c. ganguan pada indra peraba.(kulit)
Ganguan pada kulit sudah d bahas seelumnya pada bab sistem ekskresi ( untuklebih memahami, pelajari kembali tentang gangguan kulit pada bab tersebut)
d. ganguan pada indra pengecap(lidah)
ganguan pada lidah di sebut mati rasa. Mati rasa ini ada yang bersifat sementara dan ada juga yang ersifat permanen.
Mati rasa sementara terjadi ketika kita memakan atau meminium sesuatuyang lebih panas atau terlalu dingin . sedangkan mati rasa permanenterjadi karena rusaknya jaringan saraf yang berhubungan dengan indra pengecap di otak karena si penderita mengalami trauma pada bagian tertentu di otak.
d. ganguan pada indra pembau ( hidung)
ganguan dari hidumg terjadi karena kehilangan rasa bau, di sebut anosmia. Aosmia dapat di sebabkan oleh penyumbatan rongga hidung oleh tumor atau polip, reseptor pembau rusak karaena infeksi virus dan terjadinya gangguan pada saraf kesatu atau korteks otak karena benturan kepala atau tumor.
















































DAFTAR PUSTAKA

Drs.suprapto . tt . Lembar Kerja Siswa Biologi smt Genap . Solo:Putra Kertonatan
Pratiwi,D.A dkk . 2007 . Biologi SMA Kelas XI . Jakarta:Penerbit Erlangga
Ferdinand,factor dkk . 2007 . Biologi jilid 2 . Jakarta:Visindo
Nurhayati, nunung. 2008. Biologi Bilingual untuk SMA / MA Kelas XI. Bandung : Yrama Widya

SISTEM PERNAPASAN

Sistem Pernapasan Pada Makhluk Hidup
 Pengertian :
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.


Sistem Pernafasan pada Manusia

Alat -alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas
o hidung
o faring
o trakea
o bronkus
o bronkiouls
o paru-paru
Rongga Hidung
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.
Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.
Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.
Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.


Sistem Pernafasan Hewan
Burung
Burung mempunyai saluran pernapasan yang terdir atas lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-apru. Pada bagian bawah trakea terdapat alat suara disebut siring. Burung mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut pundi-pundi udara yang berhubungan dengan paru-paru. Fungsi pundi-pundi udara antara lain untuk membantu pernapasan dan membantu membesarkan rongga siring sehingga dapat memperkeras suara. Proses pernapasan pada burung terjadi sebagai berikut. Jika otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah. Rongga dada menjadi besar dan tekanannya menurun. Hal ini menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam pundi-pundi udara. Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah atas. Rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Demikian juga udara dari pundi-pundi udara keluar melalui paru-apru. Pengambilan oksigen oleh paru-paru terjadi pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas hanya terjadi di dalam paru-paru.
Reptil
Reptil bernapas dengan paru-paru. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar paru-paru karena adanya gerakan-gerakan dari tulang rusuk. Saluran pernapasan terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru.
Katak
Katak dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk. Pada waktu muda berupa berudu dan setelah dewasa hidup di darat. Mula-nula berudu bernapas dengan insang luar yang terdapat di bagian belakang kepala. Insang tersebut selalu bergetar yang mengakibatkan air di sekitar insang selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air berdifusi di dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang.
Setelah beberapa waktu insang luar ini akan berubah menjadi insang dalam dengan cara terbentuknya lipatan kulit dari arah depan ke belakang sehingga menutupi insang luar. Katak dewasa hidup di darat, pernapasannya dengan paru-paru. Selain dengan paru-paru, oksigen dapat berdifusi dalam rongga mulut yaitu melalui selaput rongga mulut dan juga melalui kulit.
Ikan
Ikan mas bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Masing-masing mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang (operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang.
Serangga mempunyai sitem pernapasan yang disebut sistem trakea. Oksigen yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk oksidasi tidak diedarkan oleh darah tetapi diedarkan oleh trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang kecil trakea yang menembus jaringan tubuh disebut trakeolus. Masuknya udara untuk pernapasan tidak melalui mulut melainkan melalui stigma (spirakel).
Proses pernapasan pada serangga terjadi sebagai berikut. Dengan adanya kontraksi otot-otot tubuh, maka tubuh serangga menjadi mengembang dan mengempis secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Oksigen berdifusi ke dalam sel-sel tubuh. Karbondioksida hasil pernapasan dikeluarkan melalui sistem trakea juga yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu tubuh serangga mengempis.
Cacing tanah
Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir, sehingga kulit tubuhnya menjadi basah dan lembab. Oksigen yang diperlukan oleh tubuhnya masuk melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi. Pengeluaran karbon dioksida juga melalu permukaan tubuh.
Protozoa
Protozoa tidak mempunyai alat pernapasan khusus untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen masuk ke dalam sel malalui selaput plasma secara difusi. Demikian juga karbon dioksida dari dalam sel deikeluarkan melalui selaput plasma.
Pernafasan pada tumbuhan
Pernafasan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu aerob dan anaerob, pernafasan aerob memerlukan oksigen O2, sedangkan pernafasan anaerob tiidak memerlukan oksigen, untuk pernafasan anaerob dibedakan menjadi obligatif dan fakultatif, pernafasan anaerob obligatif mutlak memerlukan oksigen sedangkan anaerob fakultatif dapat berlangsung tanpa atau dengan oksigen.

1. Pernafasan tumbuhan tingkat tinggi
Pernafasan pada tumbuhan tingkat tinggi berlangsung secara aerob, pada pernafasan ini terjadi proses pembebasan energi dari sari makanan di dalam sel tubuh melalui proses oksidasi biologis, Oksidasi biologis ada;ah suatu reaksi antara sari makanan dengan oksigen yang menghasilkan karbon dioksida ( CO2 ), air ( H2O) dan energi.Reaksikiia ini merupakan reaksi enzimatis, enzim berperan sebagai katalisator ( pemercepat proses reaksi )
Energi yang dihasilkan dari pernafasan digunakan oleh tumbuhan untuk mewlakukan berbagai kegiatan hidupnya, misalnya untuk pertumbuhan dan melakukan kegiatan di dalam hidupnya, misalnya untuk pertumbuhan,, pembentukan protein mengangkut mineral dari dalam tanah, berkembang biak,serta melakukan proses fotosintesis
2. Pernafasan pada tumbuhan tingkat rendah
Pernafasan pada tumbuhan tingkat rendah ada yang aaerob dan ada yang anaerob.Pernafasan anaerob disebut juga dengan fermentasi ( proses pengubahan senyawa utama menjadi senyawa bentuk lain dengan bantuan enzim ) , misalnya proses pembentukan alkohol dari glukosa denganbantuan jamur ragi ( Saccharomyces ) seperti pembuatan tempe.

Kelainan & Penyakit Pada Sistem Pernapasan

Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru sebagai tempat perrtukaraan udara pernafasan. Pernafasan merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengubah sumber energi menjadi energi dan membuang CO2 sebagai sisa metabolisme.

Saluran udara pernafasan tersusun atas: lubang hidung, rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkeolus. Lubang hidung sampai bronchiolus disebut pars konduktoria karena fungsinya sebagai saluran udara respirasi.

Struktur maupun fungsi sistem pernafasan manusia dapat mengalami gangguan atau serangan penyakit. Antara lain:
1. Asma, merupakan penyakit penyumbatan saluran Pernafasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu atau kotoran.
2. TBC, penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh serangan bakteri Mycobacterium tuberculosa. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.
Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TBC". Pada 24 Maret 1882 tersebut, Robert Koch di Berlin, Jerman, mempresentasikan hasil penyebab tuberkulosa yang ditemukannya.
1. Macam-macam peradangan pada sistem Pernafasan, seperti: bronchitis, laringitis, faringitis, pleuritis, sinusitis.
2. Asfiksi, gangguan Pernafasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan, akibat tenggelam, pneumonia dan keracunan.
3. Asidosis, kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.
4. Difteri, penyumbatan oleh lendir pada rongga faring yang dihasilkan oleh infeksi kuman difteri.
5. Pneumonia, infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
Gambar-Gambar Sistem Pernafasan Pada Makhluk Hidup

Manusia






Dada dan Perut




Burung


Cacing



Ikan



Serangga



Cumi-Cumi




Katak














Tumbuhan









Daftar pustaka


Avila, V.L. 1995. Biology, Investigating Life on Earth, 2nd ed. Jones and Bartlett Pubhlishers
Bold, H. C. and M.J. Wynne. 1987. Introduction to The Algae. Prentice-Hall, Inc.,Englewood Cliffs, New Jersey, U.S.A
Campbell, N. A. 1996. Biology, 4th ed. Benyamin Cummings Publishing Company, Inc., Redwood City.
Curtis, H. and N.S. Barners. 1989. Biology, 5th ed. Worth Publishers, Inc.
Ross, F., et al. 1996. Diversity of Life Wm. C. Drown Publishers.
Solomon, et. al. 1993. Biology, 3rd ed. Saunders-College Publishing, Fort Worth.
Volk W. A. and M.F. Wheeler. 1984. Basic Microbiology, 5th ed. Harper and Row, Publisher, Inc.
Lewis, R. 1997. Life, 3th ed. WCB McGraw-Hill.
Pelczar, M. J. and E. C. S. Chan. 1986. Dasar-dasar microbiology. Penerbit Universita Indonesia, Jakarta.

Nama kelompok 1:

Karomat
Nanda arivan
Muhammad fauzi
Rifqi maulana hidayat
Ubaedillah

Kelas IX IPA 1

SISTEM REPODUKSI PADA MAKHLUK HIDUP

SISTEM REPRODUKSI PADA MAHLUK HIDUP

A. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi adalah kemampuan organisme untuk menghasilkan organisme baru yang sama dengan dirinya. Bagi organisme, tujuan reproduksi adalah agar suatu spesies (jenis) makhluk hidup tetap lestari atau tidak mengalami kepunahan. Makhluk hidup melakukan reproduksi dengan berbagai cara. Secara garis besarnya dapat dibedakan menjadi dua.

1. Reproduksi aseksual (vegetatif)
Terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan 2 buah sel gamet.

2. Reproduksi seksual (generatif)
Terbentuknya individu baru melalui peleburan sel gamet dari dua individu yang berbeda jenis kelaminya.
 Sistem Reproduksi Pada Manusia
a. Sistem Reproduksi Pada pria
Sistem reproduksi pria meliputi organ-organ reproduksi, spermatogenesis dan hormon pada pria.
Organ Reproduksi
Organ reproduksi pria terdiri atas organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.
Organ Reproduksi Dalam
Organ reproduksi dalam pria terdiri atas testis, saluran pengeluaran dan kelenjar asesoris.
Testis
Testis (gonad jantan) berbentuk oval dan terletak didalam kantung pelir (skrotum). Testis berjumlah sepasang (testes = jamak). Testis terdapat di bagian tubuh sebelah kiri dan kanan. Testis kiri dan kanan dibatasi oleh suatu sekat yang terdiri dari serat jaringan ikat dan otot polos.
Fungsi testis secara umum merupakan alat untuk memproduksi sperma dan hormon kelamin jantan yang disebut testoteron.
Saluran Pengeluaran
Saluran pengeluaran pada organ reproduksi dalam pria terdiri dari epididimis, vas deferens, saluran ejakulasi dan uretra.
Epididimis
Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok di dalam skrotum yang keluar dari testis. Epididimis berjumlah sepasang di sebelah kanan dan kiri. Epididimis berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara sperma sampai sperma menjadi matang dan bergerak menuju vas deferens.
Vas deferens
Vas deferens atau saluran sperma (duktus deferens) merupakan saluran lurus yang mengarah ke atas dan merupakan lanjutan dari epididimis. Vas deferens tidak menempel pada testis dan ujung salurannya terdapat di dalam kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju kantung semen atau kantung mani (vesikula seminalis).
Saluran ejakulasi
Saluran ejakulasi merupakan saluran pendek yang menghubungkan kantung semen dengan uretra. Saluran ini berfungsi untuk mengeluarkan sperma agar masuk ke dalam uretra.
Uretra
Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis. Uretra berfungsi sebagai saluran kelamin yang berasal dari kantung semen dan saluran untuk membuang urin dari kantung kemih.
Kelenjar Asesoris
Selama sperma melalui saluran pengeluaran, terjadi penambahan berbagai getah kelamin yang dihasilkan oleh kelenjar asesoris. Getah-getah ini berfungsi untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan pergerakakan sperma. Kelenjar asesoris merupakan kelenjar kelamin yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar Cowper.
Vesikula seminalis
Vesikula seminalis atau kantung semen (kantung mani) merupakan kelenjar berlekuk-lekuk yang terletak di belakang kantung kemih. Dinding vesikula seminalis menghasilkan zat makanan yang merupakan sumber makanan bagi sperma.
Kelenjar prostat
Kelenjar prostat melingkari bagian atas uretra dan terletak di bagian bawah kantung kemih. Kelenjar prostat menghasilkan getah yang mengandung kolesterol, garam dan fosfolipid yang berperan untuk kelangsungan hidup sperma.
Kelenjar Cowper
Kelenjar Cowper (kelenjar bulbouretra) merupakan kelenjar yang salurannya langsung menuju uretra. Kelenjar Cowper menghasilkan getah yang bersifat alkali (basa).
Organ Reproduksi Luar
Organ reproduksi luar pria terdiri dari penis dan skrotum.
Penis
Penis terdiri dari tiga rongga yang berisi jaringan spons. Dua rongga yang terletak di bagian atas berupa jaringan spons korpus kavernosa. Satu rongga lagi berada di bagian bawah yang berupa jaringan spons korpus spongiosum yang membungkus uretra. Uretra pada penis dikelilingi oleh jaringan erektil yang rongga-rongganya banyak mengandung pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa. Bila ada suatu rangsangan, rongga tersebut akan terisi penuh oleh darah sehingga penis menjadi tegang dan mengembang (ereksi).
Skrotum
Skrotum (kantung pelir) merupakan kantung yang di dalamnya berisi testis. Skrotum berjumlah sepasang, yaitu skrotum kanan dan skrotum kiri. Di antara skrotum kanan dan skrotum kiri dibatasi oleh sekat yang berupa jaringan ikat dan otot polos (otot dartos). Otot dartos berfungsi untuk menggerakan skrotum sehingga dapat mengerut dan mengendur. Di dalam skrotum juga tedapat serat-serat otot yang berasal dari penerusan otot lurik dinding perut yang disebut otot kremaster. Otot ini bertindak sebagai pengatur suhu lingkungan testis agar kondisinya stabil. Proses pembentukan sperma (spermatogenesis) membutuhkan suhu yang stabil, yaitu beberapa derajat lebih rendah daripada suhu tubuh.
Spermatogenesis
Spermatogenesis terjadi di dalam di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Spermatogenesis mencakup pematangan sel epitel germinal dengan melalui proses pembelahan dan diferensiasi sel, yang mana bertujuan untuk membentu sperma fungsional. Pematangan sel terjadi di tubulus seminiferus yang kemudian disimpan di epididimis.
Dinding tubulus seminiferus tersusun dari jaringan ikat dan jaringan epitelium germinal (jaringan epitelium benih) yang berfungsi pada saat spermatogenesis. Pintalan-pintalan tubulus seminiferus terdapat di dalam ruang-ruang testis (lobulus testis). Satu testis umumnya mengandung sekitar 250 lobulus testis. Tubulus seminiferus terdiri dari sejumlah besar sel epitel germinal (sel epitel benih) yang disebut spermatogonia (spermatogonium = tunggal). Spermatogonia terletak di dua sampai tiga lapisan luar sel-sel epitel tubulus seminiferus. Spermatogonia terus-menerus membelah untuk memperbanyak diri, sebagian dari spermatogonia berdiferensiasi melalui tahap-tahap perkembangan tertentu untuk membentuk sperma.
Pada tahap pertama spermatogenesis, spermatogonia yang bersifat diploid (2n atau mengandung 23 kromosom berpasangan), berkumpul di tepi membran epitel germinal yang disebut spermatogonia tipe A. Spermatogenia tipe A membelah secara mitosis menjadi spermatogonia tipe B. Kemudian, setelah beberapa kali membelah, sel-sel ini akhirnya menjadi spermatosit primer yang masih bersifat diploid. Setelah melewati beberapa minggu, setiap spermatosit primer membelah secara meiosis membentuk dua buah spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Spermatosit sekunder kemudian membelah lagi secara meiosis membentuk empat buah spermatid. Spermatid merupakan calon sperma yang belum memiliki ekor dan bersifat haploid (n atau mengandung 23 kromosom yang tidak berpasangan). Setiap spermatid akan berdiferensiasi menjadi spermatozoa (sperma). Proses perubahan spermatid menjadi sperma disebut spermiasi.
Ketika spermatid dibentuk pertama kali, spermatid memiliki bentuk seperti sel-sel epitel. Namun, setelah spermatid mulai memanjang menjadi sperma, akan terlihat bentuk yang terdiri dari kepala dan ekor.
Kepala sperma terdiri dari sel berinti tebal dengan hanya sedikit sitoplasma. Pada bagian membran permukaan di ujung kepala sperma terdapat selubung tebal yang disebut akrosom. Akrosom mengandung enzim hialuronidase dan proteinase yang berfungsi untuk menembus lapisan pelindung ovum.
Pada ekor sperma terdapat badan sperma yang terletak di bagian tengah sperma. Badan sperma banyak mengandung mitokondria yang berfungsi sebagai penghasil energi untuk pergerakan sperma.
Semua tahap spermatogenesis terjadi karena adanya pengaruh sel-sel sertoli yang memiliki fungsi khusus untuk menyediakan makanan dan mengatur proses spermatogenesis.
Hormon pada Pria
Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron, LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan hormon pertumbuhan.
Testoteron
Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit sekunder.
LH (Luteinizing Hormone)
LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-sel Leydig untuk mensekresi testoteron
FSH (Follicle Stimulating Hormone)
FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.
Estrogen
Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus. Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.
Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis. Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.
Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria
Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.
Kriptorkidisme
Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.
Uretritis
Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.
Prostatitis
Prostatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.
Epididimitis
Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.
Orkitis
Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas.

b. Sistem Reproduksi Pada Wanita

Sistem reproduksi wanita meliputi organ reproduksi, oogenesis, hormon pada wanita, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan laktasi.
1.Organ Reproduksi
Organ reproduksi wanita terdiri dari organ reproduksi dalam dan organ reproduksi luar.
Organ reproduksi dalam
Organ reproduksi dalam wanita terdiri dari ovarium dan saluran reproduksi (saluran kelamin).
Ovarium
Ovarium (indung telur) berjumlah sepasang, berbentuk oval dengan panjang 3 – 4 cm. Ovarium berada di dalam rongga badan, di daerah pinggang. Umumnya setiap ovarium menghasilkan ovum setiap 28 hari. Ovum yang dihasilkan ovarium akan bergerak ke saluran reproduksi.
Fungsi ovarium yakni menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesteron.
Saluran reproduksi
Saluran reproduksi (saluran kelamin) terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.
Oviduk
Oviduk (tuba falopii) atau saluran telur berjumlah sepasang (di kanan dan kiri ovarium) dengan panjang sekitar 10 cm. Bagian pangkal oviduk berbentuk corong yang disebut infundibulum. Pada infundibulum terdapat jumbai-jumbai (fimbrae). Fimbrae berfungsi menangkap ovum yang dilepaskan oleh ovarium. Ovum yang ditangkap oleh infundibulum akan masuk ke oviduk. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
Uterus
Uterus (kantung peranakan) atau rahim merupakan rongga pertemuan oviduk kanan dan kiri yang berbentuk seperti buah pir dan bagian bawahnya mengecil yang disebut serviks (leher rahim). Uterus manusia berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi. Uterus terdiri dari dinding berupa lapisan jaringan yang tersusun dari beberapa lapis otot polos dan lapisan endometrium. Lapisan endometrium (dinding rahim) tersusun dari sel-sel epitel dan membatasi uterus. Lapisan endometrium menghasilkan banyak lendir dan pembuluh darah. Lapisan endometrium akan menebal pada saat ovulasi (pelepasan ovum dari ovarium) dan akan meluruh pada saat menstruasi.
Vagina
Vagina merupakan saluran akhir dari saluran reproduksi bagian dalam pada wanita. Vagina bermuara pada vulva. Vagina memiliki dinding yang berlipat-lipat dengan bagian terluar berupa selaput berlendir, bagian tengah berupa lapisan otot dan bagian terdalam berupa jaringan ikat berserat. Selaput berlendir (membran mukosa) menghasilkan lendir pada saat terjadi rangsangan seksual. Lendir tersebut dihasilkan oleh kelenjar Bartholin. Jaringan otot dan jaringan ikat berserat bersifat elastis yang berperan untuk melebarkan uterus saat janin akan dilahirkan dan akan kembali ke kondisi semula setelah janin dikeluarkan.
Organ reproduksi luar
Organ reproduksi luar pada wanita berupa vulva. Vulva merupakan celah paling luar dari organ kelamin wanita. Vulva terdiri dari mons pubis. Mons pubis (mons veneris) merupakan daerah atas dan terluar dari vulva yang banyak menandung jaringan lemak. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi oleh rambut. Di bawah mons pubis terdapat lipatan labium mayor (bibir besar) yang berjumlah sepasang. Di dalam labium mayor terdapat lipatan labium minor (bibir kecil) yang juga berjumlah sepasang. Labium mayor dan labium minor berfungsi untuk melindungi vagina. Gabungan labium mayor dan labium minor pada bagian atas labium membentuk tonjolan kecil yang disebut klitoris.
Klitoris merupakan organ erektil yang dapat disamakan dengan penis pada pria. Meskipun klitoris secara struktural tidak sama persis dengan penis, namun klitoris juga mengandung korpus kavernosa. Pada klitoris terdapat banyak pembuluh darah dan ujung-ujung saraf perasa.
Pada vulva bermuara dua saluran, yaitu saluran uretra (saluran kencing) dan saluran kelamin (vagina). Pada daerah dekat saluran ujung vagina terdapat himen atau selaput dara. Himen merupakan selaput mukosa yang banyak mengandung pembuluh darah.
2.Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer.
Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman).
Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Ketika mencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya.
Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer).
Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk, meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.
Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.
3.Hormon pada Wanita
Pada wanita, peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi.
Siklus menstruasi
Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi.
Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi, patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting, yaitu ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi. Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pasca-ovulasi.
Fase menstruasi
Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL.
Fase pra-ovulasi
Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. Selama pertumbuhannya, folikel juga melepaskan hormon estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma.
Fase ovulasi
Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14.
Fase pasca-ovulasi
Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu progesteron. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan.
Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. Pada kondisi ini, hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH, sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya.
4.Fertilisasi
Fertilisasi atau pembuahan terjadi saat oosit sekunder yang mengandung ovum dibuahi oleh sperma. Fertilisasi umumnya terjadi segera setelah oosit sekunder memasuki oviduk. Namun, sebelum sperma dapat memasuki oosit sekunder, pertama-tama sperma harus menembus berlapis-lapis sel granulosa yang melekat di sisi luar oosit sekunder yang disebut korona radiata. Kemudian, sperma juga harus menembus lapisan sesudah korona radiata, yaitu zona pelusida. Zona pelusida merupakan lapisan di sebelah dalam korona radiata, berupa glikoprotein yang membungkus oosit sekunder.
Sperma dapat menembus oosit sekunder karena baik sperma maupun oosit sekunder saling mengeluarkan enzim dan atau senyawa tertentu, sehingga terjadi aktivitas yang saling mendukung.
Pada sperma, bagian kromosom mengeluarkan:
hialuronidase
Enzim yang dapat melarutkan senyawa hialuronid pada korona radiata.
akrosin
Protease yang dapat menghancurkan glikoprotein pada zona pelusida.
antifertilizin
Antigen terhadap oosit sekunder sehingga sperma dapat melekat pada oosit sekunder.
Oosit sekunder juga mengeluarkan senyawa tertentu, yaitu fertilizin yang tersusun dari glikoprotein dengan fungsi :
• Mengaktifkan sperma agar bergerak lebih cepat.
• Menarik sperma secara kemotaksis positif.
• Mengumpulkan sperma di sekeliling oosit sekunder.
Pada saat satu sperma menembus oosit sekunder, sel-sel granulosit di bagian korteks oosit sekunder mengeluarkan senyawa tertentu yang menyebabkan zona pelusida tidak dapat ditembus oleh sperma lainnya. Adanya penetrasi sperma juga merangsang penyelesaian meiosis II pada inti oosit sekunder , sehingga dari seluruh proses meiosis I sampai penyelesaian meiosis II dihasilkan tiga badan polar dan satu ovum yang disebut inti oosit sekunder.
Segera setelah sperma memasuki oosit sekunder, inti (nukleus) pada kepala sperma akan membesar. Sebaliknya, ekor sperma akan berdegenerasi. Kemudian, inti sperma yang mengandung 23 kromosom (haploid) dengan ovum yang mengandung 23 kromosom (haploid) akan bersatu menghasilkan zigot dengan 23 pasang kromosom (2n) atau 46 kromosom.
5.Gestasi (Kehamilan)
Zigot akan ditanam (diimplantasikan) pada endometrium uterus. Dalam perjalannya ke uterus, zigot membelah secara mitosis berkali-kali. Hasil pembelahan tersebut berupa sekelompok sel yang sama besarnya, dengan bentuk seperti buah arbei yang disebut tahap morula.
Morula akan terus membelah sampai terbentuk blastosit. Tahap ini disebut blastula, dengan rongga di dalamnya yang disebut blastocoel (blastosol). Blastosit terdiri dari sel-sel bagian luar dan sel-sel bagian dalam.
Sel-sel bagian luar blastosit
Sel-sel bagian luar blastosit merupakan sel-sel trofoblas yang akan membantu implantasi blastosit pada uterus. Sel-sel trofoblas membentuk tonjolan-tonjolan ke arah endometrium yang berfungsi sebagai kait. Sel-sel trofoblas juga mensekresikan enzim proteolitik yang berfungsi untuk mencerna serta mencairkan sel-sel endometrium. Cairan dan nutrien tersebut kemudian dilepaskan dan ditranspor secara aktif oleh sel-sel trofoblas agar zigot berkembang lebih lanjut. Kemudian, trofoblas beserta sel-sel lain di bawahnya akan membelah (berproliferasi) dengan cepat membentuk plasenta dan berbagai membran kehamilan.
Berbagai macam membran kehamilan berfungsi untuk membantu proses transportasi, respirasi, ekskresi dan fungsi-fungsi penting lainnya selama embrio hidup dalam uterus. Selain itu, adanya lapisan-lapisan membran melindungi embrio terhadap tekanan mekanis dari luar, termasuk kekeringan.
Sakus vitelinus
Sakus vitelinus (kantung telur) adalah membran berbentuk kantung yang pertama kali dibentuk dari perluasan lapisan endoderm (lapisan terdalam pada blastosit). Sakus vitelinus merupakan tempat pembentukan sel-sel darah dan pembuluh-pembuluh darah pertama embrio. Sakus vitelinus berinteraksi dengan trofoblas membentuk korion.
Korion
Korion merupakan membran terluar yang tumbuh melingkupi embrio. Korion membentuk vili korion (jonjot-jonjot) di dalam endometrium. Vili korion berisi pembuluh darah emrbrio yang berhubungan dengan pembuluh darah ibu yang banyak terdapat di dalam endometrium uterus. Korion dengan jaringan endometrium uterus membentuk plasenta, yang merupakan organ pemberi nutrisi bagi embrio.
Amnion
Amnion merupakan membran yang langsung melingkupi embrio dalam satu ruang yang berisi cairan amnion (ketuban). Cairan amnion dihasilkan oleh membran amnion. Cairan amnion berfungsi untuk menjaga embrio agar dapat bergerak dengan bebas, juga melindungi embrio dari perubahan suhu yang drastis serta guncangan dari luar.
Alantois
Alantois merupakan membran pembentuk tali pusar (ari-ari). Tali pusar menghubungkan embrio dengan plasenta pada endometrium uterus ibu. Di dalam alantois terdapat pembuluh darah yang menyalurkan zat-zat makanan dan oksigen dari ibu dan mengeluarkan sisa metabolisme, seperti karbon dioksida dan urea untuk dibuang oleh ibu.
Sel-sel bagian dalam blastosit
Sel-sel bagian dalam blastosit akan berkembang menjadi bakal embrio (embrioblas). Pada embrioblas terdapat lapisan jaringan dasar yang terdiri dari lapisan luar (ektoderm) dan lapisan dalam (endoderm). Permukaan ektoderm melekuk ke dalam sehingga membentuk lapisan tengah (mesoderm). Selanjutnya, ketiga lapisan tersebut akan berkembang menjadi berbagai organ (organogenesis) pada minggu ke-4 sampai minggu ke-8.
Ektoderm akan membentuk saraf, mata, kulit dan hidung. Mesoderm akan membentuk tulang, otot, jantung, pembuluh darah, ginjal, limpa dan kelenjar kelamin. Endoderm akan membentuk organ-organ yang berhubungan langsung dengan sistem pencernaan dan pernapasan.
Selanjutnya, mulai minggu ke-9 sampai beberapa saat sebelum kelahiran, terjadi penyempurnaan berbagai organ dan pertumbuhan tubuh yang pesat. Masa ini disebut masa janin atau masa fetus.
6.Persalinan
Persalinan merupakan proses kelahiran bayi. Pada persalinan, uterus secara perlahan menjadi lebih peka sampai akhirnya berkontraksi secara berkala hingga bayi dilahirkan. Penyebab peningkatan kepekaan dan aktifitas uterus sehingga terjadi kontraksi yang dipengaruhi faktor-faktor hormonal dan faktor-faktor mekanis.
Hormon-hormon yang berpengaruh terhadap kontraksi uterus, yaitu estrogen, oksitosin, prostaglandin dan relaksin.
Estrogen
Estrogen dihasilkan oleh plasenta yang konsentrasinya meningkat pada saat persalinan. Estrogen berfungsi untuk kontraksi uterus.
Oksitosin
Oksitosin dihasilkan oleh hipofisis ibu dan janin. Oksitosin berfungsi untuk kontraksi uterus.
Prostaglandin
Prostaglandin dihasilkan oleh membran pada janin. Prostaglandin berfungsi untuk meningkatkan intensitas kontraksi uterus.
Relaksin
Relaksin dihasilkan oleh korpus luteum pada ovarium dan plasenta. Relaksin berfungsi untuk relaksasi atau melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul sehingga mempermudah persalinan.
7.Laktasi
Kelangsungan bayi yang baru lahir bergantung pada persediaan susu dari ibu. Produksi air susu (laktasi) berasal dari sepasang kelenjar susu (payudara) ibu. Sebelum kehamilan, payudara hanya terdiri dari jaringan adiposa (jaringan lemak) serta suatu sistem berupa kelenjar susu dan saluran-saluran kelenjar (duktus kelenjar) yang belum berkembang.
Pada masa kehamilan, pertumbuhan awal kelenjar susu dirancang oleh mammotropin. Mammotropin merupakan hormon yang dihasilkan dari hipofisis ibu dan plasenta janin. Selain mammotropin, ada juga sejumlah besar estrogen dan progesteron yang dikeluarkan oleh plasenta, sehingga sistem saluran-saluran kelenjar payudara tumbuh dan bercabang. Secara bersamaan kelenjar payudara dan jaringan lemak disekitarnya juga bertambah besar. Walaupun estrogen dan progesteron penting untuk perkembangan fisik kelenjar payudara selama kehamilan, pengaruh khusus dari kedua hormon ini adalah untuk mencegah sekresi dari air susu. Sebaliknya, hormon prolaktin memiliki efek yang berlawanan, yaitu meningkatkan sekresi air susu. Hormon ini disekresikan oleh kelenjar hipofisis ibu dan konsentrasinya dalam darah ibu meningkat dari minggu ke-5 kehamilan sampai kelahiran bayi. Selain itu, plasenta mensekresi sejumlah besar somatomamotropin korion manusia, yang juga memiliki sifat laktogenik ringan, sehingga menyokong prolaktin dari hipofisis ibu.
Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita
Gangguan menstruasi
Gangguan menstruasi pada wanita dibedakan menjadi dua jenis, yaitu amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer adalah tidak terjadinya menstruasi sampai usia 17 tahun dengan atau tanpa perkembangan seksual. Amenore sekunder adalah tidak terjadinya menstruasi selama 3 – 6 bulan atau lebih pada orang yang tengah mengalami siklus menstruasi.
Kanker genitalia
Kanker genitalia pada wanita dapat terjadi pada vagina, serviks dan ovarium.
Kanker vagina
Kanker vagina tidak diketahui penyebabnya tetapi kemungkinan terjadi karena iritasi yang diantaranya disebabkan oleh virus. Pengobatannya antara lain dengan kemoterapi dan bedah laser.
Kanker serviks
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.
Kanker ovarium
Kanker ovarium memiliki gejala yang tidak jelas. Dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan atau mengalami pendarahan vagina abnormal. Penanganan dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.
Endometriosis
Endometriosis adalah keadaan dimana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, yaitu dapat tumbuh di sekitar ovarium, oviduk atau jauh di luar uterus, misalnya di paru-paru.
Gejala endometriosis berupa nyeri perut, pinggang terasa sakit dan nyeri pada masa menstruasi. Jika tidak ditangani, endometriosis dapat menyebabkan sulit terjadi kehamilan. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat-obatan, laparoskopi atau bedah laser.
Infeksi vagina
Gejala awal infeksi vagina berupa keputihan dan timbul gatal-gatal. Infeksi vagina menyerang wanita usia produktif. Penyebabnya antara lain akibat hubungan kelamin, terutama bila suami terkena infeksi, jamur atau bakteri.
 Sistem Reproduksi pada hewan
Reproduksi hewan dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu secara Vegetatif dan Generatif. Perkembangbiakan Vegetatifterjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan Betina. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat redah atau tidak bertulang bekakang (Avertebrata). Perkembangbiakan generatif umumnya terjadi pada Hewan tingkat tinggi ata hewan betulang belakang (Vertebrata). Perkembangbiakan tersebut melibatkan alat kelamin jantan dan alat betina dan ditandai oleh adanya peristiwa pembuahan (Fertilisasi).
Reproduksi Vegetatif Pada Hewan
Reproduksi vegetatif pada hewan umumnya terjadi pada avertebrata dan tidak melibatkan alat reproduksi. Ada 3 cara perkembang biakan pada hewan secara Vegetatif yaitu:
• Tunas
• Pembelahan Sel
• Fragmentasi
Reproduksi Generatif Pada Hewan
Kebanyakan Organisme mempunyai perbedaan yang nyata antara individu jantan dan individu betina. Alat reproduksi hewan pada dasarnya terdiri atas sel kelamin dan alat kelamin.
Reproduksi vegetatif
Reproduksi vegetatif adalah cara reproduksi makhluk hidup secara aseksual (tanpa adanya peleburan sel kelamin jantan dan betina). Reproduksi vegetatif bisa terjadi secara alami maupun buatan. Perkembangbiakan dengan membelah diri biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah,bersel satu/protoza, misalnya: amuba dan paramaecium. Pembelahan diri biner jika terjadi pembelahan individu menjadi 2 individu baru, dan disebut pembelahan diri multipel (perkembangbiakan dengan spora) jika pembelahan individu menjadi banyak individu, misalnya: plasmanium
Reproduksi vegetatif alami
Vegetatif alami secara tunas adventif/ tunas daun
Reproduksi vegetatif alami adalah reproduksi aseksual yang terjadi tanpa campur tangan pihak lain seperti manusia.
Pada tumbuhan
• Umbi batang. Contoh: ubi jalar, kentang'
• Umbi lapis. Contoh: bawang merah, bawang putih
• Umbi akar. Contoh: wortel, singkong, bengkuang
• Geragih atau stolon. Contoh: arbei, stroberi
• Rizoma atau akar tinggal. Contoh: lengkuas, jahe
• Tunas. Contoh: pisang, bambu
• Tunas adventif. Contoh: cocor bebek
Pada hewan
• Tunas. Contoh: Hydra, Ubur-ubur, Porifera
• Fragmentasi. Contoh: Planaria, mawar laut
• Membelah diri. Contoh: Amoeba
• Parthenogenesis. Contoh: serangga seperti lebah, kutu daun
Reproduksi vegetatif buatan
Reproduksi vegetatif buatan atau perbanyakan vegetatif dalam pertanian dan botani merupakan sekumpulan teknik untuk menghasilkan individu baru tanpa melalui perkawinan.
Perbanyakan vegetatif menghasilkan keturunan yang disebut klon. Karena itu, perbanyakan vegetatif dapat dikatakan sebagai suatu bentuk kloning ("pembuatan klon"). Klon sebenarnya adalah salinan penuh dari individu induknya karena mewariskan semua karakteristik genetik maupun fenotipik dari induknya. Fenotipe dapat berbeda pada beberapa teknik perbanyakan vegetatif tertentu yang merupakan gabungan dua individu.
Pada tumbuhan, klon seringkali telah mencapai tingkat kedewasaan tertentu sewaktu ditanam sehingga biasanya disukai oleh petani karena waktu tunggu untuk dimulainya produksi dapat dipersingkat. Tanaman buah-buahan dapat mulai menghasilkan dalam dua atau tiga tahun dengan kloning, sementara melalui biji petani harus menunggu paling cepat empat tahun ditambah risiko perubahan sifat akibat penggabungan dua sifat induk jantan dan betinanya.
Teknik-teknik perbanyakan vegetatif pada tumbuhan
Terdapat bermacam-macam teknik yang acap kali khas untuk jenis tumbuhan yang berbeda. Beberapa teknik hanya memanfaatkan organ reproduksi khusus yang diproduksi tanaman tertentu, sementara teknik lainnya sengaja merangsang pertumbuhan baru pada bagian tumbuhan tertentu. Berikut ini dipaparkan secara singkat berbagai teknik yang dipakai orang.
1. Menyetek
Bagian-Bagian tumbuhan yang dapat disetek adalah daun, tangkai daun, ranting, batang, akar, dan pucuk. Tumbuhan bunga piulces dapat distek melalui stek tangkai daun beserta helaianya. Stek daun yang lain misalnya pada daun begonia dan lidah mertua (Sanseviera trifasciata). Daun tanaman yang akan distek ini dipotong kecil-kecil, atau pertulangan daunya dilukai. Potongan daun yang kecil cukup diletakkan di atas tanah. Tumbuhan yang dapat diperbanyak dengan stek batang misalnya kamboja jepang, bugenvil, mawar, bunga sepatu dan ketela pohon.
2. Mencangkok
Mencangkok adalah mengupayakan tumbuhnya akar pada cabang atau ranting pohon. Caranya, kulit batang dikerat, hingga terpotong, floem dibuang. Bagian kayu tetap dipertahankan sehingga zat-zat mineral dan air dapat dialirkan dari akar ke daun. Akan tetapi zat-zat makanan tidak dapat diangkut dari daun kebagian tubuh lainya karena kulitnya terkerat/terpotong. Akibatnya bahan makanan itu menumpuk di tempat keratin, kemudian tumbuhlah akar tanaman.
3. Merunduk
Merunduk adalah menyentuhkan ranting atau cabang tanaman ketanah, kemudian ditimbun tanah. Dari bagian yang tertimbun tanah akan tumbuh akar-akar, kemudian muncul akar. Jika akar sudah kuat maka batang yang menghubungkan dengan induknya dapat dipotong.
4. Menempel/Okulasi
Menempel atau okulasi adalah menambahkan bagian mata tunas yang baru. Okulasi dilakukan untk menggabungkan dua sifat unggul yang berbeda sehingga mendapatkan hasil yang diinginkan.
SISTEM REPRODUKSI VERTEBRATA
Reproduksi seksual pada vertebrata diawali dengan perkawinan yang diikuti dengan terjadinya fertilisasi. Fertilisasi tersebut kemudian menghasilkan zigot yang akan berkembang menjadi embrio.
Fertilisasi pada vertebrata dapat terjadi secara eksternal atau secara internal.
Fertilisasi eksternal merupakan penyatuan sperma dan ovum di luar tubuh hewan betina, yakni berlangsung dalam suatu media cair, misalnya air. Contohnya pada ikan (pisces) dan amfibi (katak).
Fertilisasi internal merupakan penyatuan sperma dan ovum yang terjadi di dalam tubuh hewan betina. Hal ini dapat terjadi karena adanya peristiwa kopulasi, yaitu masuknya alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina. Fertilisasi internal terjadi pada hewan yang hidup di darat (terestrial), misalnya hewan dari kelompok reptil, aves dan
Mamalia.
Setelah fertilisasi internal, ada tiga cara perkembangan embrio dan kelahiran keturunannya, yaitu dengan cara ovipar, vivipar dan ovovivipar.
Ovipar (Bertelur)
Ovipar merupakan embrio yang berkembang dalam telur dan dilindungi oleh cangkang. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang ada di dalam telur. Telur dikeluarkan dari tubuh induk betina lalu dierami hingga menetas menjadi anak. Ovipar terjadi pada burung dan beberapa jenis reptil.
Vivipar (Beranak)
Vivipar merupakan embrio yang berkembang dan mendapatkan makanan dari dalam uterus (rahim) induk betina. Setelah anak siap untuk dilahirkan, anak akan dikeluarkan dari vagina induk betinanya. Contoh hewan vivipar adalah kelompok mamalia (hewan yang menyusui), misalnya kelinci dan kucing.
Ovovivipar (Bertelur dan Beranak)
Ovovivipar merupakan embrio yang berkembang di dalam telur, tetapi telur tersebut masih tersimpan di dalam tubuh induk betina. Embrio mendapat makanan dari cadangan makanan yang berada di dalam telur. Setelah cukup umur, telur akan pecah di dalam tubuh induknya dan anak akan keluar dari vagina induk betinanya. Contoh hewan ovovivipar adalah kelompok reptil (kadal) dan ikan hiu.
1.Reproduksi Ikan
Ikan merupakan kelompok hewan ovipar, ikan betina dan ikan jantan tidak memiliki alat kelamin luar. Ikan betina tidak mengeluarkan telur yang bercangkang, namun mengeluarkan ovum yang tidak akan berkembang lebih lanjut apabila tidak dibuahi oleh sperma. Ovum tersebut dikeluarkan dari ovarium melalui oviduk dan dikeluarkan melalui kloaka. Saat akan bertelur, ikan betina mencari tempat yang rimbun olehtumbuhan air atau diantara bebatuan di dalam air.
Bersamaan dengan itu, ikan jantan juga mengeluarkan sperma dar testis yang disalurkan melalui saluran urogenital (saluran kemih sekaligus saluran sperma) dan keluar melalui kloaka, sehingga terjadifertilisasi di dalam air (fertilisasi eksternal). Peristiwa ini terus berlangsung sampai ratusan ovum yang dibuahi melekat pada tumbuhan air atau pada celah-celah batu.
Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24 – 40 jam.
Anak ikan yang baru menetas akan mendapat makanan pertamanya dari sisa kuning telurnya, yang tampak seperti gumpalan di dalam perutnya yang masih jernih. Dari sedemikian banyaknya anak ikan, hanya beberapa saja yang dapat bertahan hidup.
2.Reproduksi Amfibi (Amphibia)
Kelompok amfibi, misalnya katak, merupakan jenis hewan ovipar. Katak jantan dan katak betina tidak memiliki alat kelamin luar. Pembuahan katak terjadi di luar tubuh. Pada saat kawin, katak jantan dan katak betina akan melakukan ampleksus, yaitu katak jantan akan menempel pada punggung katak betina dan menekan perut katak betina. Kemudian katak betina akan mengeluarkan ovum ke dalam air. Setiap ovum yang dikeluarkan diselaputi oleh selaput telur (membran vitelin). Sebelumnya, ovum katak yang telah matang dan berjumlah sepasang ditampung oleh suatu corong. Perjalanan ovum dilanjutkan melalui oviduk.
Dekat pangkal oviduk pada katak betina dewasa, terdapat saluran yang menggembung yang disebut kantung telur (uterus). Oviduk katak betina terpisah dengan ureter. Oviduk nya berkelok-kelok dan bermuara di kloaka.
Segera setelah katak betina mengeluarkan ovum, katak jantan juga akan menyusul mengeluarkan sperma. Sperma dihasilkan oleh testis yang berjumlah sepasang dan disalurkan ke dalam vas deferens. Vas deferens katak jantan bersatu dengan ureter. Dari vas deferens sperma lalu bermura di kloaka. Setelah terjadi fertilisasi eksternal, ovum akan diselimuti cairan kental sehingga kelompok telur tersebut berbentuk gumpalan telur.
Gumpalan telur yang telah dibuahi kemudian berkembang menjadi berudu. Berudu awal yang keluar dari gumpalan telur bernapas dengan insang dan melekat pada tumbuhan air dengan alat hisap.
Makanannya berupa fitoplankton sehingga berudu tahap awal merupakan herbivora. Berudu awal kemudian berkembang dari herbivora menjadi karnivora atau insektivora (pemakan serangga). Bersamaan dengan itu mulai terbentuk lubang hidung dan paru-paru, serta celah-celah insang mulai tertutup. Selanjutnya celah insang digantikan dengan anggota gerak depan.
Setelah 3 bulan sejak terjadi fertilisasi, mulailah terjadi metamorfosis. Anggota gerak depan menjadi sempurna. Anak katak mulai berani mucul ke permukaan air, sehingga paru-parunya mulai berfungsi. Pada saat itu, anak katak bernapas dengan dua organ, yaitu insang dan paru-paru. Kelak fungsi insang berkurang dan menghilang, sedangkan ekor makin memendek hingga akhirnya lenyap. Pada saat itulah metamorfosis katak selesai.
3.Reproduksi Reptil (Reptilia)
Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.
Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah.
Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.
4.Reproduksi Burung (Aves)
Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok buruk tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.
Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.
Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.
5.Reproduksi Mamalia (Mammalia)
Semua jenis mamalia, misalnya sapi, kambing dan marmut merupakan hewan vivipar (kecuali Platypus). Mamalia jantan dan betina memiliki alat kelamin luar, sehingga pembuahannya bersifat internal. Sebelum terjadi pembuahan internal, mamalia jantan mengawini mamalia betina dengan cara memasukkan alat kelamin jantan (penis) ke dalam liang alat kelamin betina (vagina).
Ovarium menghasilkan ovum yang kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju uterus. Setelah uterus, terdapat serviks (liang rahim) yang berakhir pada vagina.
Testis berisi sperma, berjumlah sepasang dan terletak dalam skrotum. Sperma yang dihasilkan testis disalurkan melalui vas deferens yang bersatu dengan ureter. Pada pangkal ureter juga bermuara saluran prostat dari kelenjar prostat. Kelenjar prostat menghasilkan cairan yang merupakan media tempat hidup sperma.
Sperma yang telah masuk ke dalam serviks akan bergerak menuju uterus dan oviduk untuk mencari ovum. Ovum yang telah dibuahi sperma akan membentuk zigot yang selanjutnya akan menempel pada dinding uterus. Zigot akan berkembang menjadi embrio dan fetus. Selama proses pertumbuhan dan perkembangan zigot menjadi fetus, zigot membutuhkan banyak zat makanan dan oksigen yang diperoleh dari uterus induk dengan perantara plasenta (ari-ari) dan tali pusar.
PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI
Penyakit pada sistem reproduksi manusia dialalmi dan disebabkab oleh berbagai faktor. Ada yang dari luar ada pula yang dari dalam. yang dari luar misalanya karena masuknya bakteri atau virus. Berikut beberapa penyakit yang sedang tren di abad ini :

1.AIDS
AIDS kepanjangan dari Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome Penyakit AIDS disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyerang system keekbalan tubuh manusia, sehingga penderita AIDS menjadi rentan terhadap berbagai infeksi. Penyakit Flu bisa membuat penderita AIDS meninggal. sketsa virus HIV

2. Kanker Payudara
Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara. Ini adalah jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita. Kaum pria juga dapat terserang kanker payudara, walaupun kemungkinannya lebih kecil dari 1 di antara 1000. Pengobatan yang paling lazim adalah dengan pembedahan dan jika perlu dilanjutkan dengan kemoterapi maupun radiasi.
3. Vulvovaginitis
Vulvovaginitis adalah peradangan pada vulva danvagina yang sering menimbulkan gejala keputihan (flour albus) yaitu keluarnya cairan putih kehijauan dari vagina. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Gardnertella vaginalis. Dapat pula disebabkan oleh protozoa, misalnya Trichomonas vaginalis atau oleh jamur Candida albicans.

4. Impotensi
Impotensi adalah ketidakmampuan mempertahankan ereksi penis. Impotensi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain gangguan produksi hormon testosterone, kelainan psikis, penyakit diabetes mellitus, kecanduan alcohol, obat-obatan, dan gangguan sistem saraf
5. Gonorea
Gonorea merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang selaput lendir pada uretra, serviks, rectum, sendi, tulang, faring, dan mata. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonorea yang ditularkan dari ibu ke anaknya saat kelahiran dapat menyebabkan kebutaan. Bakteri Neisseria mudah bermutasi sehingga resisten terhadap antibiotic. Oleh karena itu penyakit ini harus segera ditangani. Gejalanya rasa sakit saat buang air kecil dan kelurnya nanah berwarna kuning kehijauan dari uretra.

6.HipertropikProstat
Hipertropik Prostat adalah pembesaran prostat yang terjadi pada pria berusia 50 tahun. Penyakit ini diduga berhubungan dengan penuaan dan proses perubahan hormone. Gejalanya adalah rasa ingin kencing terus menerus.Dapat diobati dengan operasi.
7.Prostatis
Prostatis adalah peradangan pada prostat yang sering disertai dengan peradangan uretra. Gejalanya berupa pembengkakan yang dapat menyumbat uretra sehingga timbul rasa nyeri dan sulit buang air kecil
8. Infertilitas
Infertilitas adalah ketidakmampuan menghasilkan keturunan atau mandul. Infertilitas ini bisa disebabkan pria atau wanita.

9. Kanker Serviks
Kanker Serviks (kanker leher rahim) banyak dialami wanita berusia 40-55 tahun. Kanker serviks di duga erat denagn infeksi Virus Herpes Simpleks tipe dua dan human papilloma virus. Pengobatannya dengan operasi, sinar radioaktif dan obat.

10. Sifilis
Sifilis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Treponema palladium. Infeksi terjadi pada organ kelamin bagian luar. Sifilis dapat berkembang ke tahap sekunder dan tersier yang sulit diamati. Sifilis sekunder menular sedangkan yang tersier tidak menular. Akan tetapi sifilis tersier menimbulkan dapat menimbulkan kerusakan pada otak, jantung, pembuluh darah, hati.

11. NGU
NGU (Non-Gonococal urethritis) merupakan peradangan pada uretra dan serviks yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan Ureaplasma urealyticum.


12. Endometriosis
Endometriosis adalah terdapatnya jaringan endometrium di luar rahim. Misalnya dapat ditemukan di ovarium, peritoneum, usus besar, dan kandung kemih, akibat pengaliran balik darah menstruasi melalui Tuba Fallopi. Gejalanya adalah rasa nyeri saat menstruasi karena jaringan endometrisis luruh bersamaan dengan menstruasi. Dapat diobati dengan operasi atau pemberian hormon progesteron.

13. Sindrom Premenstrual
Sindrom Premenstrual adalah keadaan dimana terjadi gangguan emosi, lesu, sakit kepala, bengkak pada tungkai, rasa pedih, dan nyeri payudara yang terjadi beberapa hari sebelum menstruasi. Penyebabnya diduga adalah kadar estrogen tinggi, progesterone rendah, gangguan metabolisme karbohidrat, kadar prolaktin tinggi, dan gangguan psikis.











GAMBAR-GAMBAR SISTEM REPRODUKSI PADA MAHKLUK HIDUP

 PADA PRIA


 PADA WANITA



 PADA IKAN






 PADA REPTIL





 PADA TUMBUHAN


 PADA BAWANG

Daftar pustaka

Avila, V.L. 1995. Biology, Investigating Life on Earth, 2nd ed. Jones and Bartlett Pubhlishers
Bold, H. C. and M.J. Wynne. 1987. Introduction to The Algae. Prentice-Hall, Inc.,Englewood Cliffs, New Jersey, U.S.A
Campbell, N. A. 1996. Biology, 4th ed. Benyamin Cummings Publishing Company, Inc., Redwood City.
Curtis, H. and N.S. Barners. 1989. Biology, 5th ed. Worth Publishers, Inc.
Ross, F., et al. 1996. Diversity of Life Wm. C. Drown Publishers.
Solomon, et. al. 1993. Biology, 3rd ed. Saunders-College Publishing, Fort Worth.
Volk W. A. and M.F. Wheeler. 1984. Basic Microbiology, 5th ed. Harper and Row, Publisher, Inc.
Lewis, R. 1997. Life, 3th ed. WCB McGraw-Hill.
Pelczar, M. J. and E. C. S. Chan. 1986. Dasar-dasar microbiology. Penerbit Universita Indonesia, Jakarta.
Nama kelompok 4 :

Nanda arivan
Muhammad fauzi
Rifqi maulana hidayat
Ubaedillah
Karomat

Kelas IX IPA 1

TTD